Tulus Intimate Concert x Soyjoy

Tulus Intimate Concert x Soyjoy

Acara yang diadakan oleh salah satu produk snack sehat Indonesia ini sungguh menarik untuk dibahas. Tema acara yang diusung oleh Soyjoy dan Tulus ini adalah sebuah “keintiman” konser. Intim yang dimaksud disini mungkin suatu posisi dimana Tulus dapat berinteraksi dengan para penggemarnya dengan leluasa, tidak seperti konser-konser yang lain.

Tulus sendiri sudah menjadi partner bisnis Soyjoy dengan adanya klip “Ini Perjalananku” yang menceritakan perjalanan karir bermusik Tulus dari awal sampai sukses sekarang ini. Dan usaha Tulus untuk benar-benar menjalani komitmen “hidup sehat” ini begitu terlihat. Dibuktikan dengan penurunan berat badan Tulus yang menurut saya lumayan signifikan. Entahlah, perubahan pola makan Tulus ini ada hubungannya dengan Soyjoy atau tidak, tapi yang saya tahu sekarang Tulus memang benar-benar menjaga pola makannya.

Oke back to topic.

Acara ini diadakan di Upperroom, Jakarta tepatnya di Wisma Nusantara. Pertama kali saya datang saya disambut dengan body check oleh petugas keamanan yang mengharuskan saya untuk tidak membawa apapun ke dalam ruang konser sekalipun itu minuman. Alhasil saya harus menghabiskan satu botol besar almond milk dari Rejuve yang sengaja saya bawa dari kost karena sedari pagi saya belum sempat makan saking harus marathon dari Bogor – Jakarta.

Disana saya diharuskan untuk daftar ulang untuk menerima 1 bungkus hampers dari Soyjoy yang berisi light wrist band, soyjoy varian terbaru dan pocari sweat. Dan berhubung saya gak doyan varian soyjoy yang terbaru+pocari sweat, akhirnya saya kasih itu barang ke teman saya, Mas Hanggoro. Yak..benar! Dia orang yang selalu saya ajak untuk nonton konser, entah itu Tulus maupun Barasuara. Karena taste musik kita samaan plus kantor kita yang jaraknya cuma selemparan batu kerikil wkwkwk. Kalau ada yang penasaran dia siapa? Dia itu teman dari Teman Tulus Jogja, dan maaf sudah punya pacar wkwkwk.

Processed with VSCO with se3 preset

Setelah selesai dengan segala urusan per-tiket-an, saya masuk ke sebuah ruangan yang cukup besar untuk sebuah konser kecil. Dan reaksi yang pertama saya keluarkan adalah “ini beneran? gelap gini? Tulisan Soyjoy segede gitu ditengah panggung? Trus…kok gak sesuai sih seat plannya??? Ini mah kita gak bakal bisa di depan walaupun dapetnya depan. Kita ini bisanya duduk lesehan aja sih.”

Yak, dan ternyata benar. Seatplan lumayan kacau. Ya sudah..terima aja. Lagipula saya juga datang terlambat waktu itu. Akhirnya saya dan Mas Hanggoro duduk lesehan yang harusnya buat jalan itu.

Tidak  lama setelah saya duduk, acara pun dimulai. Dimulai dengan adanya lagu tentang ayah yang dibawakan oleh Tulus, lalu klip Inilah Perjalananku dan lagu pertama pun dimulai. Mohon maaf, saya tidak hafal list lagu dari awal hingga akhir acara karena saya sibuk menikmati penampilan Tulus ini dan juga live IG untuk keperluan TTJogja wkwk.

Berikut beberapa dokumentasi selama acara berlangsung :

Processed with VSCO with se3 presetIMG_0569IMG_0570IMG_0568Processed with VSCO with se3 presetProcessed with VSCO with se3 preset

 

Advertisements

Can you leave me alone?

Have you ever think that your act towards me have been confusing me? Or it just your careless. You made me feel something real again when I believed all I could do was forgeting you. You made me completely insane and my heart is hurt.

The worst part is you get use to someone—start to like them, even—and they leave 🙂

 

BANDUNG! My first short escape

Banduuuuuuuuung!!!!!

Saya sungguh bahagia bisa mengunjungi tempat ini (lagi). Karena kali pertama saya kesana hanya sekedar mampir makan di daerah Cisangkuy lalu lanjut perjalanan darat menuju Solo. Kali ini, saya merencanakan liburan ke Bandung -yang rencananya 3 hari 2 malam di Bandung, berubah menjadi 2 hari 1 malam saja- **padahal saya sudah mengajukan cuti jauh-jauh hari, tapi tetap saja ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Jadi saya memilih untuk stay 1 hari saja di Bandung**.

Rencana ke Bandung ini sebenarnya adalah pengganti rencana liburan kami (Saya, Rifa, Ty dkk) ke Bali. Karena kondisi pulau dewata yang sedang kurang baik, kami memutuskan untuk menunda liburan ke Bali dan digantikan dengan liburan ke Bandung (walau hanya 3 orang yang ikut).

Saya ingin sekali ke Bandung karena cuma satu sih, tak lain tak bukan adalah buat memetik buah strawberry atau beli aneka berries. Sebenarnya di beberapa mall di Jakarta ada, tapi berhubung ingin berhemat (?) saya ingin membandingkan harga saja wkwkwk. Selain itu saya juga butuh foto untuk konten IG saya wkwkwk *anak kekinian memang*.

—-

Kami pergi ke Bandung naik mobil hari minggu pagi, dan siangnya sudah sampe. Saya kira bakal kena macet yang luar biasa, tapi ternyata lancar jaya!!! Alhamdulillah 🙇🏻‍♀️.

Sesampainya ke Bandung, kami langsung menuju Shabu Hachi untuk makan siang dan selanjutnya menuju Neo Hotel untuk sekedar beristirahat.

Sebenarnya…liburan yang sesungguhnya dimulai pada hari Senin, karena hari Minggu itu cuma diisi dengan main ke mall-nonton-nongkrong di kafe.

Hari minggu pun kami hanya sempat ke Dusun Bambu di Lembang, itu saja hanya sebentar karena turun hujan yang cukup deras. Saya ingat, suhu di Dusun Bambu waktu itu sekitar 16 derajat celcius. Baru pertama kali saya merasa takjub bisa menemui suhu udara sebegitu rendah di negara tropis, kalau saya ke puncaknya Solo alias Tawangmangu paling pol juga 20 derajat celcius.

Setelah dari Dusun Bambu pun kami segera pulang, karena kereta saya berangkat dari stasiun jam 7.40 malam.

Ps: Saya bertemu musisi idola saya (Ferry Nurhayat- salah satu anggota musik Tulus) di Stasiun Bandung dengan segala ke-cool-an style pakaiannya wkwkwk

Berikut foto-foto selama di Bandung

Bekal Perjalanan (Coklat for Memes, Roti for Rifa and Ty)

Bandung skyscrapercity

Kupat Tahu nya Bandung

RIFA – MEMES

RIFA-TY-MEMES

Dusun Bambu (Part 1)

Dusun Bambu (Part 2)

 

Jatuh Cinta dengan BARASUARA

Barasuara – sebuah  band Indie yang lahir tahun 2012 yang pada awalnya merupakan project tunggal dari sang vokalis Iga Massardi untuk lagu-lagu ciptaannya sendiri, namun setelah itu ia berubah pikiran dan ingin mengerjakannya sebagai sebuah band dengan mengajak Sandi Kusumaningtyas alias TJ, Marco Steffiano Handoko, Cabrini Asteriska Widiantini alias Ichyl, Gerald Hiras Situmorang, dan Puti Chitara.

Setelah melakukan proses pembuatan lagu yang memakan waktu yang cukup lama, yaitu 3 tahun, akhirnya mereka sukses mengeluarkan album hebatnya yang berjudul TAIFUN pada tahun 2015. List dalam album Taifun ini menurut saya sangat luar biasa hebat, baik dari segi lirik maupun musiknya. Tidak ada satupun lagu di album Taifun yang saya tidak suka. Dan kalau ditanya lagu apa yang paling saya suka, saya pasti akan menjawab “HAGIA“. Lagu yang spesial dari Barasuara ini seharusnya cukup menampar orang-orang yang berperilaku seenaknya dengan dalil agama., yah.. apalagi kalau bukan tindakan agama yang begitu radikal dan seolah-olah intoleran dengan agama yang lain.

Sempurna yang kau puja, dan ayat-ayat yang kau baca

Tak kurasa berbeda kita bebas untuk percaya

Begitulah sepenggal lirik dari lagu Hagia. Jika kalian mendengarkan lagu ini, maka kalian akan menemukan sebuah lirik yang tidak biasa (Ya..kalau kalian “ngeh” sih) hahaha.

Jatuh Cinta

Awal mula saya jatuh cinta dengan Barasuara ini adalah pada tahun 2016 awal salah satu teman saya yang juga merupakan Teman Tulus Jogja ngeshare lagu-lagu Barasuara di grup MVAOA. Ya, kita memang tergabung dalam aliansi (?) Teman Tulus Jogja (walaupun saya berasal dari Solo) wkwkwk. Grup MVAOA ini bukan grup resmi dari TTJ sih, tapi hanya beberapa TTJ yang sudah dari dulu bergabung dan akhirnya menjadi teman dekat sampai sekarang, bahkan saya sudah menganggapnya seperti keluarga sendiri.

Waktu itu Vina memberikan beberapa lagu ke grup, yang ujung-ujungnya juga memberikan full albumnya. Saya dengarkan satu persatu saat itu, dan langsung jatuh cinta dengan Hagia dan juga Mengunci Ingatan. Setelah beberapa hari saya mendengarkan semua lagunya, saya tidak saja jatuh cinta dengan 2 lagu yang saya sebut tadi, tapi semuanya! Hahaha…Pada saat itu saya sudah pengen liat mereka manggung secara live, tapi apa daya jadwal selalu tidak pernah berpihak pada saya. Sampai akhirnya saya pindah ke Jakarta.

Pertemuan pertama

Pertemuan pertama kita itu tanggal 22 Agustus 2017 di acara Pagelaran Pancasila Gemilang, Festival Prestasi Indonesia @ Jakarta Convention Center. Saat saya tahu bahwa Barasuara dan Tulus akan tampil di acara yang diadakn oleh UKP Pancasila, saya langsung semangat dan mencari tahu tentang acaranya. Jujur, itu acara saya tidak tahu apakah untuk umum atau hanya undangan saja. Tapi saya tetap nekat untuk berangkat ke tempat acara. Ya, saya seberani dan sepede itu entah kenapa hahaha, bermodalkan ID Card kerja saya di Sekretariat Kabinet saya masuk ke gedung tempat acara berlangsung. Di depan sudah ditanya sih sama satpam “ada undangannya gak?” saya jawab aja “iya, saya dari sekretariat kabinet”, dan langsung dipersilahkan masuk. Bahkan oleh panitia dipersilahkan untuk duduk di depan :’) Rejeki memang tak kemana.

Disini Barasuara membawakan lagu Bahas Bahasa serta Api dan Lentera (kalau tidak salah ingat). Yang saya ingat, saat itu saya dengan semangat bernyanyi padahal orang-orang yang duduk di samping saya kalem-kalem aja (mungkin karena mereka belum tahu Barasuara ini).

Ps: Cara ini jangan ditiru yah..wkwkwk

Pertemuan Kedua

25 November 2017. Kali ini saya menonton dengan salah satu dari anggota grup MVAOA, Mas Hanggoro. Dia sama seperti saya, pindah ke Jakarta karena bekerja disini. Kantornya pun bisa dibilang tetanggaan, Saya di Sekretariat Kabinet sedangkan dia di Kemenko Polhukam.

H-2 sebelum acara, saya share di grup kalau Barasuara akan ada jadwal manggung di Mall Kota Kasablanka dan saya mengajak mas Gogor karena saya tahu dia suka juga dengan Barasuara wkwk. Alhamdulillah dia semangat dong >.< dan saya juga jadinya ada teman buat nonton + teriak nyanyi-nyanyi asik.

Dikarenakan dia sedang munas sambo untuk acara Asian Games 2018, jadi saya berangkat duluan ke Kokas sedangkan dia nanti akan menyusul belakangan setelah acaranya selesai. Dan sesampainya di Kokas, saya gak tau mau ngapain dong 😐 saya benar-benar gak tau mau ngapain. Padahal dari kost’an saya sudah berencana akan ke Zara dulu sebelum nonton, atau minimal makan dulu karena sedari pagi saya belum sempat makan. Tetapi kenyataannya…saya malah bengong dan cuma mondar-mandir di naik turun dari lantai satu ke lantai berikutnya. Sampai akhirnya saya naik ke lantai dua dan tidak sengaja bertemu dengan sang vokalis. YAK..INI PERTEMUAN PERTAMA SAYA YANG BISA LIHAT SECARA JELAS KARENA JARAKNYA YANG BEGITU DEKAT. SENENG BANGET YA ALLAH!!!!

Awalnya saya tidak tahu kalau Mas Iga lewat di samping saya sampai ada seorang cowok yang saya tebak juga fans dari Barasuara yang meminta foto bareng dengan Mas Iga. Saya yang mendengar ada yang minta foto, langsung saja saya nengok siapa. Dan ternyata Mas Iga. Sungguh rejeki dari Allah, kebahagiaan yang tidak bisa didefinisikan pada saat itu. Dan dengan memberanikan diri, saya mengajak Mas Iga untuk selfie dan untungnya dia bersedia wkwkwk. Karena dia mempunyai postur yang tinggi menjulang, dan saya pendek, alhasil dia tidak masuk dalam frame hahaha. Pada akhirnya Mas Iga yang memegang hp saya sambil sedikit direnggangkan kakinya agar sedikit “memendek” hahahaha.

Processed with VSCO with se3 preset

Foto pertama saya dengan Iga Massardi

Setelah itu, saya lapar. Ya..LAPAR. Karena terlampau bahagia, saya jadi lapar (ya ini karena saya juga belum makan sejak pagi hari sih -_-). Akhirnya saya memutuskan untuk makan (sendiri) di Sate Khas Senayan karena pada saat itu saya pengen banget sate ayam. Setelah melihat kursi mana yang kosong, saya tidak sengaja melihat segerombolan orang-orang kece yang duduk di dekat pagar pembatas, mereka juga sedang makan, orang-orang itu adalah personel Barasuara. Yak, seketika saya kenyang, dan memutuskan untuk tidak jadi makan saja (entah kenapa syaa juga tidak tahu kenapa saya tidak jadi makan, yang jelas, saya tidak ingin terlihat seperti orang yang mengganggu karena tadi saya sudah berfoto dengan Mas Iga dan saya kira dia juga akan ngeh kalau itu saya yang mengejaknya foto tadi).

Saya memutuskan untuk ke seberang dan menunggu mas Gogor datang. Saya sudah bilang kalau saya ada di seberang Sate Khas Senayan, tapi waktu dia telpon dia bilang “aku di sate khas senayan nih”. Ya saya kaget dong..lalu saya nyusulin kesana dan clingak-clinguk nyariin dia. Beberapa saat dia telpon lagi “aku di tempatmu ngasih foto tadi”. Lhah -_- ni orang gaje banget sih hahaha. Saya langsung lari menuju tempatnya Mas Gogor, ya..lari. Saya lari sambil senyum-senyum bahagia dan waktu ketemu sama dia, saya langsung lompat-lompat kegirangan. Bukan kegirangan karena bertemu dengannya melainkan girang karena saya sednag mengekspresikan perasaan saya karena sudah ketemu dengan Mas Iga.

Me: “AAAACKKKK…MAS..DIA GANTENG BANGET YA ALLAH” (sebelumnya saya sudah share ke grup mvaoa kalau ketemu Iga Massardi)

Ms Gogor: Heh..tenang. Ketemu dimana tadi?

Me: Disitu (sambil nunjuk tempat+lompat2 girang+senyum2+narikin bajunya mas gogor). Sumpah ganteng banget bangeeet…kuseneng banget mas. hahaha

Ms Gogor: Trus ini gimana? makan sik wae. aku laper

Me: oke, tapi jangan di Sate Khas Senayan. mereka ada disitu. lainnya wae.

Setelah makan, kita langsung turun ke bawah untuk menyaksikan penampilan Barasuara. Cukup lama sih dari jadwal acara tapi worth to wait. Gila!!!! Seru banget!! Walaupun sound nya sangat jelek. Suara gitar Mas Iga gak masuk , begitu juga dengan suaranya sendiri. Tapi overall saya seneng banget dan penampilan Barasuara pada malam itu sangat bagus.

Processed with VSCO with se3 preset

Barasuara

Setelah selesai, para fans langsung nodong foto bareng, karena Barasuara manggung di tempat yang kalau turun dari panggung langsung ketemu sama penonton. Kalau diperhatikan, foto di atas ada sebuah tangga turun yang langsung “bertemu” dengan penonton. Jadi sulit juga kalau untuk menghindari.

Saya pun juga tidak mau kalah wkwkwk syaa mengajak Mas Gogor buat foto bareng (awalnya dia gak mau). Thanks to Mas Hanggoro yang mempermudah jalan kita untuk berfoto bersama dengan beberapa personel Barasuara :)), sungguh pengalaman yang sempurna untuk diingat.

Processed with VSCO with se3 preset

Bersama sang vokalis kece, Iga Massardi

Processed with VSCO with se3 preset

with Gerald

Super Junior – kembalinya sang legenda

SUPER JUNIOR IS BACK !!!!!

Akhirnya setelah menanti cukup lama, mereka comeback juga dengan lagu ballad yang berbeda dari lagu-lagu ballad mereka sebelumnya, One More Chance. Lagu ballad kali ini terdengar lebih “dewasa dan matang” dan bagi saya lebih eargasm, saya suka! Karena lead vocal yang tinggal Yesung (karena Kyuhyun dan Ryeowook sedang wajib milter), Donghae ternyata menymbang suara yang cukup dominan di lagu ini. Suara Donghae pun juga sepertinya mengalami peningkatan yang lebih baik.

Dengar-dengar, lagu ini yang membuat juga si Donghae, sedangkan bagian rap nya si Eunhyuk yang membuat. Untuk MV nya sendiri, alhamdulillah SM tidak membuat M yang seperti dulu. MV One More Chance ini juga terlihat apik digarap, simpel tapi bagus. Overall saya suka sekali sama lagu ballad mereka yang ini (selain Neorago). Semoga makin banyak orang yang suka ya 🙂

tumblr_inline_oycyodubiH1qfj0mz_540

Untuk link lagu One More Chance bisa klik tautan berikut:

https://www.youtube.com/watch?v=-UROg0lsqW0

FILM: PENGABDI SETAN

DKz0BPpVwAA9Prt

 

Nonton film di bioskop bagi saya itu bukanlah suatu keharusan. Banyak film baru yang saya lewatkan karena memang pada dasarnya saya bukan tipikal orang yang suka menonton film. Saya hanya akan melihatnya kalau film tersebut benar-benar menarik untuki ditonton (yah setidaknya bagi saya). Dan sebagian besar film yang saya tonton adalah film animasi, sisanya film horor dan action. Sangat jarang bahkan hampir tidak pernah (seingat saya) menonton film drama percintaan.

Pengabdi Setan. Ya, film inilah yang membuat saya tertarik untuk menonton. Karena begitu banyak review bagus oleh para pengamat film yang tentunya tidak ada keberpihakan dengan film tertentu. Salah satu pengamat film yang saya ikuti adalah mas djaychocolic di twitter. Beberapa hari setelah film Pengabdi Setan ini tayang, dia mereview film tersebut dengan review yang  bagus. Dari situlah saya sangat berniat untuk menonton film tersebut. Terlebih lagi saat saya mengetahui dari mas djay ini kalau sebenarnya film-film dari Joko Anwar ini sebenarnya memuat pesan yang tersirat serta “Telur Paskah, read: kejutan” yang tersembunyi.

1506665817-PSR1

REVIEW

Pengabdi Setan 2017 yang merupakan remake dari film yang terdahulu (1980) dengan judul yang sama pula.

Menceritakan tentang sebuah keluarga yang mengalami keterpurukan di tahun 1981. Sang ibu yang merupakan penyanyi terkenal, mendadak sakit selama 3 tahun. Karena sakit yang diderita ibunya itulah, kondisi keuangan di keluarga tersebut mengalami keterpurukan. Mereka tinggal di rumah neneknya yang berada di tengah hutan dekat areal pemakaman. Ibu yang telah sakit selama 3 tahun ini akhirnya meninggal.

Film ini merupakan film horor yang bagi saya membawa aura yang jelas “suram”. Dari awal sudah disuguhkan kengerian lewat lagu dan juga tone dari film tersebut. Suasana tahun 1980 an sungguh terasa di film ini. Memang mungkin benar, untuk masalah hantu-sound yang mengagetkan ini masih dalam standar yang biasa-lumayan. Tapi seperti yang saya bilang tadi, dari awal saya merasa aura yang diciptakan Joko Anwar pada film ini sungguh terasa oleh saya. Bahkan saya yang lumayan hobi nonton film horor+thriller, sudah ingin keluar dari bioskop saja ketika baru beberapa menit film ini main. Saya ingat, saya terus bisik-bisik ke teman saya “ini kapan kelarnya sih? ini kapan siangnya sih?” saking saya merasa ketakutan dengan aura malam hari yang tidak enak itu. Bahkan sebelum nonton saya sempat membaca ayat kursi hahahaha.

SCENE YANG PALING HOROR

Scene yang paling horor menurut saya ada 2, yaitu saat Rini Sholat dan saat Ibu tiba2 datang dan memanggil Tony “Tony, Ibu ada disini”

AKTOR YANG PALING GANTENG

Di film ini kalian tidak hanya menemukan suatu kengerian, tapi juga menemukan salah satu dari sekian banyak makhluk ciptaan Tuhan yang sungguh rupawan. Siapa dia? Dia adalah BAPAK. Dan saya merupakan Pengabdi Bapak hahaha. Bapak disini diperankan oleh Bront Palarae, seorang aktor dari Negeri Jiran, Malaysia. Di awal film saya tidak tahu bahwa Bront ini merupakan aktor dari Malaysia, sya kira aktor Indonesia. Karena logatnya sungguh Indonesia sekali. Dan saya juga baru tahu kalau Bront juga main di beberapa film Indonesia (maklum…orang yang jarang nonton film ya begini).

23d1e8c20web(6)keluarga-para-pengabdi-setan-BookMyShow-Indonesia-e1506075844901

Akhir review, film Pengabdi Setan ini sangat apik dibuat oleh Joko Anwar dan Rapi Films. Sebuah tontonan yang menghibur dan juga membuat stres saya wkwkw. Banyak hikmah yang dapat diambil dari film ini juga. Walaupun ada beberapa adegan yang sampai saat ini masih membuat saya bertanya-tanya. Tapi film ini SANGAT REKOMEN untuk ditonton.