Aku rindu–

Aku rindu berbahagia denganmu. Aku rindu berbahagia dengan orang sekitarku. Aku rindu senja yang rupawan, juga senyumku yang selalu mengembang tiap melihat senja. Sungguh, aku teramat sangat merindukannya.

When two strangers get to know each other, an intersection of emotions forms between them. And when they least expect it, it becomes invisible to the two people. At the time, they don’t even realize that it can throw them into an unexpected state of confusion 🙂

Le Friend

Hestri Dyah Puspitasari – beautiful picolo (yes, just because she has unique ear lol).

– Salah satu teman terbaikku sejak aku SMP. Teman yang sudah “dirasa” akan menjadi teman baik selamanya sejak pertama kali melihat dia. 

How can???

Gaaa tauuuu!! hahaha

Jadi, pertama kita ketemu itu waktu daftar kelas imersi di SMP 4 Solo. Nah, dari situ aku udah merasa kalau “wah ini bakal jadi temenku nih”. Tapi kenyataannya kita sama-sama gak diterima disitu wkwkwk.

Lalu, kita ketemu lagi waktu test tertulis di SMP 9 Solo. Aku masih inget dulu dia duduk di depan, sedangkan aku di belakang (tempat duduk berdasar nama) *dengan gaya rambutku yang dikepang*. Waktu itu aku mikir “ini bukannya cewe yang dulu pernah ketemu di SMP 4 ya??”. Yah, sekedar mikir gitu, tapi gak tanya ke orangnya langsung. 

Setelah pengumuman, ajaibnya kita dipertemukan lagi …SATU KELAS!! hahahha. Jodoh memang gak kemana. Termasuk jodoh pertemanan ini. Dari awal masuk, dan kenalan kita udah akrab banget kayak udah lama kenal. Sering telfonan dan curhat (padahal baru kenal). Sering main kerumah juga (gantian). Dan ribuan keabsurd’an kita yang gak bisa dijelaskan disini. Intinya, kita langsung “klik”.

“Kalau berteman, jangan lupa jadikan keluarga temanmu jadi keluargamu juga!”

Dan itulah yang selama ini aku lakukan. Sadar atau enggak, ketika aku berteman baik dengan seseorang dan bakalan awet, ciri2nya adalah : Memes dekat banget dengan keluarga temennya itu. Dan salah satu contohnya ya dengan orang ini wkwkwk

Senja

Kenapa aku begitu menyukai senja? Entahlah, bagiku senja itu meneduhkan. Selalu saja ada magic dalam keindahannya. Dan aku selalu saja mengklaim senja itu milikku (ketika dia sedang cantik-cantiknya). 

Segala yang ada di pikiran selalu saja lenyap ketika aku menatapnya, yang tersisa hanyalah senyuman lebar..yaah, selebar dari ujung kuping kanan ke kuping kiri. Aku selalu takjub, Allah menciptakan senja begitu indah dan dramatis. Once Mahatma Gandhi said “When I admire the wonders of a sunset or the beauty of the moon, my soul expands in the worship of the creator”, and so do I.

Apabila ada yang bertanya dimana aku biasanya menikmati senja? Pasti aku akan menjawab : “Rooftop Kost”. Yah, hanya disitulah..selama beberapa bulan ini aku tinggal di Jakarta.

Tapi kemarin sepertinya aku mendapatkan spot baru yang bagus, di Bekasi. Yah..Bekasi (again) lol. Tapi aku gak tau tepatnya dimana sih. Yang aku ingat hanyalah “dekat banjir kanal timur”. ((Thanks to Mas Galih who introduced me to his fav place for enjoying the sunset .))

Foto dibawah captured by Galih Yuka Abdullah.

Jajan Jakarta : Ragusa Es Krim Italia

Chat mas galih yang pengen es buah jadi mengingatkanku akan es buah yang kita liat di festival makanan di Bekasi dimana saat itu kami beli ice cream (yang harusnya beli es buah). Es buah kemarin itu bener2 buat pengen orang yang liat wkwkwk. Jadi berasa haus !! 😂😂
Setelah chat itu, kami memutuskan buat pergi makan bareng sekalian cari es buah di daerah Juanda, Jakarta Pusat. Tapi….dasarnya kita yang impulsif atau emang random ya, gak jadi beli es buah malah pergi ke Ragusa Ice Cream Italia -_-

Ragusa Ice Cream Italia.

Mungkin hampir semua orang yang menetap di Jakarta maupun dari luar kota Jakarta tidak asing dengan nama restoran ini. Yups, restoran ini menyajikan ice cream yang legendaris (katanya sih sejak tahun 1932). Dan klaim mereka tidak pakai santan dan juga pengawet.  Ada salah satu temen aku disini yang bilang “Lo musti nyobain ragusa deh. enak!”. Aku sih cuman mengiyakan saja, karena pikirku…ice cream rasanya ya biasa aja sih. There’s nothing special about ice cream …Toh di Solo pun juga ada ice cream legendaris “Es Krim Tentrem”. Waktu aku di Surabaya pun atasanku juga bilang suruh nyobain ice cream legendnya Surabaya. Duh…heran sih hahaha kenapa segitunya sama ice cream legendaris wkwkwk.

Setelah sampai di Ragusa, kita bingung mau pilih yang mana. Awalnya mas galih pilih single scoop yang chocolate sundae, tapi akhirnya kita pesen banana split buat berdua (gak abis kalo cuman seorang). Ice Cream datang dengan segelas air putih.

Rasa: Like i said before, actually there’s nothing special. Enak sih, ya enaknya ice cream dengan bahan baku yang bener-bener terpercaya. Gak kaya ice cream abal (?). Rasa vanilla nya terlalu manis, sedangkan yang coklat pas manisnya. Menurutku coklat mereka lebih berasa chocolate-coffee sih wkwkwk. Sedangkan yang strawberry aku g gitu ngeh karena yang ngabisin mas galih >.<

Price: 35.000 for one banana split. Well, pricey sih menurutku. Dengan rasa yang gak begitu wow di aku wkwkwk.

Service: To be honest, their service was so bad. Aku sih kecewa banget sama pelayanannya mereka. Ibu-ibu yang judes, bapak-bapak pelayan yang gak terlalu ramah pula sama kita membuatku agak sedikit heran dan bertanya-tanya. Kenapa sih mereka? Mungkin hal itu wajar kalau aku bertingkah gak sopan, tapi aku sama mas galih baik-baik aja. Sopan datang dan sopan pula perginya (walaupun sempet diusir secara halus wkwkwk). Kita sempat meminta segelas air putih lagi ke bapaknya, karena pada saat itu kita gak tau aturan “you only get one glass of water for one ice cream”. Ya aku minta aja dong, beberapa kali minta tapi gak ditanggepin, dan akhirnya bapaknya bilang “itu udah ada. satu es krim dapetnya satu gelas” dia bilang dengan nada yang menurutku kurang mengenakkan :). Aku mikirnya udah jelek aja ke dia,..yaelah pak, we could afford one bottle of mineral water kok, calm down!!!hahahaha.

Banana Split

Gado-gado yang beli di sebelah Ragusa

Yah, aku sih gak pengen kesana lagi. Bukan karena rasanya yang gak enak atau harganya tapi lebih ke pelayanannya mereka yang sungguh mengecewakan. 🙂