Catatan untuk seorang sahabat (1)

Utari Nurfajri Arifa

Bandung, 4 September 1992

Seorang teman satu kelas di SMA yang dulunya sama sekali gak dekat, tapi sekarang malah jadi sahabat dekat. Anaknya Tante Retno, adeknya Mbak Arum, kakaknya Irfan, Arin dan Gilang, Ontynya ABDULLAH ELESAR MY LOVE.

Sahabat yang akhir-akhir ini sering aku ganggu dengan segala macam curhatan sampahku. Mulai dari curhat tentang perdietan, skincare,make up, masalah teman kuliah-kantor-sekitar, hingga masalah cowok (bahkan beberapa menit yang lalu aku masih galau tentang dia ). Tapi gak cuman aku yang curhat sih, dia juga banyak curhat yang ujung-ujungnya (sering) aku lupain dia udah cerita apa aja LOL….. >.<

Sahabat yang hmm…menyenangkan, baik tapi kadang annoying kalo udah ngeline “mes, mes, mes, mes, mes, mes, mes” dan pamer stiker yang super cute, gak terlalu lucu karena emang bukan tipikal orang yang bisa ngelawak sih wkwkw, suka ribet sendiri kalo menyangkut masalah si doi dan beberapa printilan skincare untuk kulit muka dia yang super sensitif, my “thigh goals” karena doi langsing boo dengan tingi yang hampir sama denganku (tinggian aku sih tapi) -_-

Sahabat yang hari ini sedang berulang tahun yang ke- 25

Selamat ulang tahun. Semoga panjang umur, senantiasa diberikan kesehatan, kesuksesan, kebahagiaan lahir dan batin dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Semoga kedepannya bisa jadi orang yang lebih daebak (?) lagi , diberikan yang terbaik untuk masalah hati dan kekuatan untuk menghadapi berbagai kondisi cuaca kedepannya.

Jangan bosen buat nasehatin orang. Jangan bosen buat dengerin curhatanku tentang mas aldy. Jangan bosen buat jadi orang baik dan terimakasih udah jadi teman baikku selama ini.

Sekali lagi, selamat ulang tahun UNA! Semoga tetap jaya, jaya, jaya seperti yel-yel SMAN 4 Solo tercinta (Smaracatur…jaya, jaya, jaya). Sekian dan terima kasih.

 

Ps: kado menyusul kalo pas balik Solo lagi. Oke sip!

 

Solo, 4 September 2017

Meutia Megah Shinta (yang kebetulan lagi pulkam)

 

Advertisements

Pameran Arsip Kementerian Sekretariat Negara

“SUKARNO: BESAR BERSAMA RAKYAT”

Perjuangan dalam rangka menggapai cita-cita nasional yang terangkum dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia memang seharusnya terus dijaga dan diingat untuk dijadikan pembelajaran bagi masyarakat Indonesia, oleh karena itu Kementerian Sekretariat Negara bekerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia menyelenggarakan pameran arsip dengan tema “SUKARNO: BESAR BERSAMA RAKYAT” yang diadakan pada tanggal 22 s.d. 25 Agustus 2017 di Aula Serba Guna Gedung 3, Kemensetneg. Pameran tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan di bulan kemerdekaan, yang berlangsung selama sebulan penuh, di bulan Agustus ini.

“SUKARNO: BESAR BERSAMA RAKYAT”

Sukarno atau biasa dipanggil Bung Karno, merupakan Presiden pertama Indonesia. Beliau lahir tanggal 6 Juni 1901 di Surabaya dari pasangan R. Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai.

Berikut, beberapa dokumentasi pameran arsip Sukarno: Besar bersama rakyat

Aku dan berbagai cerita di sekitarku

Percakapanku dengan mas awan kemarin malam membuatku berpikir lagi. Bukan hanya tentang masalah RS, tapi juga masalah orang-orang yang ada di “sana”. Ternyata,…orang yang selama ini aku anggap teman baik, aku anggap saudara bisa seperti itu. Yah, setidaknya aku sudah tahu yang sebenarnya.

Bersyukur juga sih, udah ditunjukkin mana teman yang benar-benar baik dan mana yang bukan. Allah sepertinya masih berbelas kasih padaku.

Anyway, kalau dipikir,..sudah lama juga kita gak ngobrol selama itu. Telponan selama hampir 2 jam. Dari membahas masalah percintaan, sahabat, sampai jam tangan. Hal-hal yang gak penting pun ikutan dibahas. Kalau kata dia “gw tuh kalau sama lo bisa ngomong banyak banget tanpa keabisan bahan pembicaraan. Ada aja yang diomongin sampe hal yang gak penting pun bisa diomongin” hahaha.

Dan satu yang bikin aku ngakak gak brenti waktu dia bahas cewe yang dia suka trus aku nanya “kok kamu gak suka sama aku mas? kan kita deket banget dulu” — “LO KAN ADEK GW. LO GAK SUKA AMA GW. LO UDAH NGE BLACKLIST GW DARI AWAL”. hahahahahahaha sumpah ini kocak!!! hahahaha.

Alhamdulillah,..bisa dibikin gak sumpek untuk sesaat >.<

Aku rindu–

Aku rindu berbahagia denganmu. Aku rindu berbahagia dengan orang sekitarku. Aku rindu senja yang rupawan, juga senyumku yang selalu mengembang tiap melihat senja. Sungguh, aku teramat sangat merindukannya.

When two strangers get to know each other, an intersection of emotions forms between them. And when they least expect it, it becomes invisible to the two people. At the time, they don’t even realize that it can throw them into an unexpected state of confusion 🙂