Baru 1 hari tapi aku sudah rindu.

Sungguh, bolehkah aku berdoa padaMu untuk meminta hatinya? Atau kah aku harus berdoa agar segera bertemu dengan orang yang mencintaiku agar aku bisa melupakannya? Hatinya sudah ditambatkan pada seorang wanita yang beruntung disana 🙂 Bodohnya aku yang masih saja berharap padanya, bahkan diam-diam berdoa padaMu, Ya Rabb.

Advertisements

One Fine Day

“Mba Puji: oh mas aldy to, kirain siapa”

Kalimat sederhana yang sangat berhasil membuat saya syok hebat. Bukan lagi syok, tapi dalam hitungan sepersekian detik, detak jantung saya langsung cepat. Saking cepatnya, saya sempat merasa pening sejenak, terdiam di tempat (dapur) untuk beberapa saat dan meyakinkan diri bahwa yang saya dengar tadi adalah salah.

Tapi dugaan saya ternyata 1000000% salah! Kalimat itu benar adanya. Nama Mas Aldy bukanlah kalimat samar untuk saya. Tiba-tiba dia muncul di depan saya. Menyapa saya, dan dengan bodohnya saya hanya bilang “oh hai *sambil melambaikan tangan seolah cuek dengan dia*”.

Tapi sungguh, saat itu saya teramat sangat gugup dan tidak tahu harus berbuat apa. Bahkan kalimat yang seharusnya saya ucapkan pun tidak keluar dari mulut saya.

Bagaimana perasaan saya? Sudahlah…janganlah ditanya lagi. Sudah pasti saya SANGAT BAHAGIA!

Bagaimana tidak, seseorang yang selama ini saya rindu benar ada di hadapan saya. Bukan hanya sekedar foto profil IG atau whatsapp.

Dulu, beberapa waktu yang lalu saat saya chat dengan dia, saya memberanikan diri untuk bilang kalau saya merindukannya. Dan dia juga sempat bilang kalau “insya allah akan mampir ke kost kalau lagi di Jakarta”. Dan kamis malam kemarin menjadi saksinya. Lagi-lagi dapur yang selalu menjadi saksi biksu momen indah bagi saya.

Saya akan bercerita tentang komentar dia tentang saya sesaat setelah bertemu dengan saya :

kamu beda bgt skrg, knp malu2 gitu?

Dia berkata seperti itu karena melihat tingkah saya yang tak seperti biasanya. Terkesan menghindari dia mungkin. Ya, antara ingin menemui karena rindu, dan ingin menghindari karena saya takut akan susah untuk move on.

Jadi, ceritanya dia menyuruh saya untuk menemui dia di rooftop, tapi berhubung kabel usb saya atau kepala charger yang rusak, saya harus beli. Karena memang pada saat itu baterai hp saya tinggal 1%. Antara pengen pinjam Mas Aldy aja dulu tapi kok malu takut dikira basa basi, tapi ya butuh. Akhirnya saya memutuskan untuk keluar membeli charger itu. Dan sungguh sayang, disaat saya ingin menghindari karena masih syok dan masih gugup dengan kedatangan Mas Aldy..eh malah kita ketemu di tangga. Posisi dia mau memberi saya oleh-oleh karena dia naik ke atas sambil membawa kresek yang berisi oleh-oleh untuk saya. Tapi ya itu, dasarnya saya yang bodoh karena gugup, saya malah mengabaikan dia. Dan buru-buru ingin segera meninggalkan dia karena jujur…detak jantung saya udah benar-benar diluar kendali. Cepat banget! Bahkan saya sampai tremor hahaha. Pertanyaan mau kemana, beli apa, sama siapa saya jawab dengan sangat cepat dan rasanya ingin segera kabur dari hadapannya. Karena saya malu. Ya, malu. Masih malu karena saya sudah mengungkapkan perasaan saya pada dia. Benar kata dia, tidak ada yang perlu dipertanyakan kenapa saya bisa menyukainya. Itu wajar, tapi cinta tidak selamanya harus memiliki. Kalimat klise yang menbuat hati saya sungguh sakit tapi harus saya terima. Jodoh tidak akan kemana. Dan hati saya masih saya tujukan untuk dia.

Apakah hanya seperti itu? tentu saja tidak. Banyak hal yang membuat saya baper malam itu, salah satunya adalah percakapan ini

“mas jauh-jauh mau ketemu kamu” . Saya bahkan tidak tahu maksudnya apa. Mungkin dia ingin bertemu temannya. Tapi bagi saya, kalimat itu bukanlah kalimat biasa. Itu kalimat yang membuat saya menangis malam itu. Berlebihan memang, tapi stidak ada seseorang yang pernah berkata begitu dalam hidup saya, sekalipun. Hanya dia, dan saya merasa sungguh bahagia.

ITC ROXY MAS

HPnya rusak. Kata dia beberapa hari yang lalu jatuh ke lumpur dan membuat hpnya agak eror mungkin. Dia sempat bertanya dimana tempat membeli hp samsung yang rekomen. Sebagai orang awam yang jarang membeli hp kalau hp belum rusak dan senagai orang baru di Jakarta, jawabannya ya sekedar “ya di counter resmi samsung atau gak di roxy” . Sungguh tidak membantu memang, maafkan saya ya mas hahaha. Tapi akhirnya Mas Aldy memutuskan untuk membeli hp di ITC Roxy Mas.

Sudah pernah kesana? Hahaha…pasti belum lah! wkwkwk. Saya sih hanya sekedar membeli bihun bebek disana yang terkenal enak, dan itupun via gojek. Jadi itu pertama kali saya kesana.

Membeli hp itu seperti membeli rumah. Jodoh-jodoh’an. Jodoh di harga tapi tidak jodoh di warna. Begitu juga sebaliknya. Kita keliling lantai dasar, sampai ke lantai paling atas. Dan pada akhirnya jodohnya di lantai 3 *kalau saya tidak salah ingat*. Alhamdulillah dia dapat hp dengan harga yang lumayan bersaing. Penjualnya pun kocak banget ya allah hahaha. Kalau diingat-ingat bikin sakit perut gara-gara mereka bercanda mulu.

Dan satu hal yang tidak akan mungkin saya lupa. Pertanyaan dari salah satu pegawai yang melayani kami :

Jadi kapan nih mas jadinya sama mbaknya? – heh itu udah jadi kali. – oh udah ya, hahaha

Dia tidak berkata apapun, hanya tersenyum. Mungkin dia juga menjaga perasaan saya. Tapi saya mengamini segala perkataan pegawai itu. Maafkan saya mas, saya tahu yang sebenarnya. Tapi bolehkan saya hanya sekedar mengamini selintas kalimat yang mirip sebagai doa yang terucap oleh mereka? Masalah dikabulkan atau tidak itu urusan Allah.

Nonton Film

Ajakan menonton film dari dia mana mungkin saya tolak? Saat itu, di dalam taksi dia menanyakan apa besok Sabtu saya libur? Retoris memang, tapi ya tetap saya jawab kalau pasti lah libur. Dan karena libur, dia mengajak saya untuk nonton film malam nanti, film yang paling terakhir. Film apa? tidak mungkin saya merekomendasikan Pengabdi Setan karena jadwal film itu tidak ada yang tayang pada malam menjelang tengah malam. Pilihannya hanyalah Blade Runner 2049 atau Geostorm. Karena review dari rotten tomatoes menyebutkan bahwa Blade Runner 2049 merupakan film yang worth to watch (hampir 3 jam durasinya), saya memutuskan untuk menonton film itu saja, dan dia pun setuju. Saya sudah bilang kalau filmnya dimulai jam 10 malam di Grand Indonesia, dan dia mengiyakan.

Memang sebelumnya dia bilang, setelah dari Roxy tadi, dia ada acara reuni dengan Pak Haikal, mantan atasannya dulu. Sekitar pukul 21.30 saya sudah sampai di GI dan saya memberitahu Mas Aldy ahwa saya akan membeli tiketnya dulu. Tapi memang firasat saya jarang meleset. He can’t made it. Dia gak bisa datang untuk film yang jam 10 malam. Bagaimana perasaan saya? Sedih sih memang, karena takut batal nonton dengannya. Karena jujur, saya ingin menghabiskan waktu dengannya sebelum dia balik ke Aceh Sabtu siangnya.

Dia menyarankan saya untuk melihat film yang diatas jam 10 malam. Dan setelah saya lihat, ada film Geostorm jam 23.10. Saya mengabarinya dan dia bilang oke fix kita nonton film itu saja. Saya menunggu dari jam 21.30 – 23.00. Lama memang, dan saya hampir tertidur. Tapi demi dia, saya rela. Saya terlihat menyedihkan? Memang, tapi saya bahagia, sungguh bahagia. Kalau kata hivi, maaf bila aku jatuh cinta, maaf bila saja kusuka saat kau sudah ada yang punya.

Filmnya sendiri pun biasa saja menurut saya. Semacam film 2012, tapi mungkin ini lebih unggul. Sepanjang film saya tidka bisa fokus, karena saya terlalu bahagia untuk menyadari bahwa saya sedang berada di dekatnya. Bahkan waktu film sudah selesai dan kami meninggalkan tempat pun saya merasa sangat beruntung. Waktu itu dia berjalan turun di depan saya. Saya sengaja tidak berjalan di sampingnya. Dan saat saya melihatnya dari belakang, saya menyadari bahwa Allah sungguh baik terhadap saya. Dia datangkan Mas Aldy saat saya sedang merasa down karena sesuatu yang sangat penting. Untungnya saya tidak sampai menangis saking terharunya.

Ternyata tidak sampai disitu. Kami pulang jalan kaki. Dari GI sampai Monas. Sepanjang perjalanan kita banyak cerita, bercanda dan banyak lagi. Momen yang sungguh berharga di dalam hidup saya. Saya menyukainya. Segala sesuatu tentangnya. Bahkan kita juga sempat mampir duduk di depan Monas karena Mas Aldy keliatannya sudah capek jalan kaki hahaha. Kita membeli minum disana, sekedar air mineral. Dan mengobrol sedikit tentang adiknya yang ternyata menyukai vespa (saat Mas Aldy melihat ada komunitas vespa, dia langsung teringat adiknya itu). Setelah itu gimana? ya pulang. Pada akhirnya kita naik taksi karena Mas Aldy benar-benar sudah capek berjalan kaki. Oh ya, dia sempat bertanya “kamu udah capek kan? naik taksi aja ya?” lalu saya menjawab “capek? engga 😐 kan gak jauh jalannya jadi gak capek” hahaha dengan polosnya saya menjawab seperti itu. Saya tidak sadar kalau Mas Aldy kecapekan, maafkan wkwkwk. Saya juga heran kenapa saya sama sekali tidak merasa capek. Mungkin karena saya berjalan denganmu mas. Kehadiranmu memberikan kekuatan yang berlebih :).

Akhir cerita, saya hanya ingin bilang bahwa saya sangat bersyukur atas kesempatan ini. Saya sangat bersyukur Allah masih sayang dan mau mendengarkan serta mengabulkan doa saya. Karena memang saya rindu dan ingin bertemu dengan Mas Aldy. Saya masih menyimpan perasaan special ini untuk Mas Aldy. Dan saya tidak tahu sampai kapan. Saya tahu seharusnya itu tidak boleh dilakukan. Tapi saya yang menginginkannya dengan segala resiko yang ada. Resiko menyakiti diri sendiri. Kesedihan yang saya buat sendiri. Saya berharap segera mendapatkan lelaki yang terbaik untuk saya. Apakah itu kamu atau orang lain, hanya Allah lah yang tahu.

Ya Allah terima kasih banyak, Kau memang hebat dengan segala skenario indahMu. Mas Aldy terima kasih banyak, kamu masih mau menemuiku. Orang yang seharusnya tidak mencintaimu, karena seharusnya sadar akan kekurangan diri. Terima kasih atas kebaikan hatimu dan kehangatan senyummu. Aku menyukaimu, sungguh. Sampai detik ini saat aku menuli sini pun aku masih menyukaimu dan mengharapmu. Biarlah. Dan baru beberapa saat tidak bertemu dneganmu, aku sudah rindu.

**beberapa foto diambil sebagai kenangan indah. Semoga kelak aku dapat kesempatan foto berdua denganmu :)**

Another big surprise from Allah

Allah knows me better than myself, i know it already.

I felt so down lately because of some issues that i cant solve, than he came. Who? Mas Aldy. Yeah, you right. He’s someone whom i love until now.

I just wanna tell you this :

Saya merasa beruntung dan teramat sangat bahagia, meskipun saya hanya melihat punggungnya saja ketika dia berjalan di depan saya. Saya tahu, saya menyayanginya. Saya semakin sadar, dan kabar buruknya mungkin saya akan semakin susah untuk melupakannya.

Catatan untuk seorang sahabat (1)

Utari Nurfajri Arifa

Bandung, 4 September 1992

Seorang teman satu kelas di SMA yang dulunya sama sekali gak dekat, tapi sekarang malah jadi sahabat dekat. Anaknya Tante Retno, adeknya Mbak Arum, kakaknya Irfan, Arin dan Gilang, Ontynya ABDULLAH ELESAR MY LOVE.

Sahabat yang akhir-akhir ini sering aku ganggu dengan segala macam curhatan sampahku. Mulai dari curhat tentang perdietan, skincare,make up, masalah teman kuliah-kantor-sekitar, hingga masalah cowok (bahkan beberapa menit yang lalu aku masih galau tentang dia ). Tapi gak cuman aku yang curhat sih, dia juga banyak curhat yang ujung-ujungnya (sering) aku lupain dia udah cerita apa aja LOL….. >.<

Sahabat yang hmm…menyenangkan, baik tapi kadang annoying kalo udah ngeline “mes, mes, mes, mes, mes, mes, mes” dan pamer stiker yang super cute, gak terlalu lucu karena emang bukan tipikal orang yang bisa ngelawak sih wkwkw, suka ribet sendiri kalo menyangkut masalah si doi dan beberapa printilan skincare untuk kulit muka dia yang super sensitif, my “thigh goals” karena doi langsing boo dengan tingi yang hampir sama denganku (tinggian aku sih tapi) -_-

Sahabat yang hari ini sedang berulang tahun yang ke- 25

Selamat ulang tahun. Semoga panjang umur, senantiasa diberikan kesehatan, kesuksesan, kebahagiaan lahir dan batin dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Semoga kedepannya bisa jadi orang yang lebih daebak (?) lagi , diberikan yang terbaik untuk masalah hati dan kekuatan untuk menghadapi berbagai kondisi cuaca kedepannya.

Jangan bosen buat nasehatin orang. Jangan bosen buat dengerin curhatanku tentang mas aldy. Jangan bosen buat jadi orang baik dan terimakasih udah jadi teman baikku selama ini.

Sekali lagi, selamat ulang tahun UNA! Semoga tetap jaya, jaya, jaya seperti yel-yel SMAN 4 Solo tercinta (Smaracatur…jaya, jaya, jaya). Sekian dan terima kasih.

 

Ps: kado menyusul kalo pas balik Solo lagi. Oke sip!

 

Solo, 4 September 2017

Meutia Megah Shinta (yang kebetulan lagi pulkam)

 

Pameran Arsip Kementerian Sekretariat Negara

“SUKARNO: BESAR BERSAMA RAKYAT”

Perjuangan dalam rangka menggapai cita-cita nasional yang terangkum dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia memang seharusnya terus dijaga dan diingat untuk dijadikan pembelajaran bagi masyarakat Indonesia, oleh karena itu Kementerian Sekretariat Negara bekerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia menyelenggarakan pameran arsip dengan tema “SUKARNO: BESAR BERSAMA RAKYAT” yang diadakan pada tanggal 22 s.d. 25 Agustus 2017 di Aula Serba Guna Gedung 3, Kemensetneg. Pameran tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan di bulan kemerdekaan, yang berlangsung selama sebulan penuh, di bulan Agustus ini.

“SUKARNO: BESAR BERSAMA RAKYAT”

Sukarno atau biasa dipanggil Bung Karno, merupakan Presiden pertama Indonesia. Beliau lahir tanggal 6 Juni 1901 di Surabaya dari pasangan R. Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai.

Berikut, beberapa dokumentasi pameran arsip Sukarno: Besar bersama rakyat

Aku dan berbagai cerita di sekitarku

Percakapanku dengan mas awan kemarin malam membuatku berpikir lagi. Bukan hanya tentang masalah RS, tapi juga masalah orang-orang yang ada di “sana”. Ternyata,…orang yang selama ini aku anggap teman baik, aku anggap saudara bisa seperti itu. Yah, setidaknya aku sudah tahu yang sebenarnya.

Bersyukur juga sih, udah ditunjukkin mana teman yang benar-benar baik dan mana yang bukan. Allah sepertinya masih berbelas kasih padaku.

Anyway, kalau dipikir,..sudah lama juga kita gak ngobrol selama itu. Telponan selama hampir 2 jam. Dari membahas masalah percintaan, sahabat, sampai jam tangan. Hal-hal yang gak penting pun ikutan dibahas. Kalau kata dia “gw tuh kalau sama lo bisa ngomong banyak banget tanpa keabisan bahan pembicaraan. Ada aja yang diomongin sampe hal yang gak penting pun bisa diomongin” hahaha.

Dan satu yang bikin aku ngakak gak brenti waktu dia bahas cewe yang dia suka trus aku nanya “kok kamu gak suka sama aku mas? kan kita deket banget dulu” — “LO KAN ADEK GW. LO GAK SUKA AMA GW. LO UDAH NGE BLACKLIST GW DARI AWAL”. hahahahahahaha sumpah ini kocak!!! hahahaha.

Alhamdulillah,..bisa dibikin gak sumpek untuk sesaat >.<

Aku rindu–

Aku rindu berbahagia denganmu. Aku rindu berbahagia dengan orang sekitarku. Aku rindu senja yang rupawan, juga senyumku yang selalu mengembang tiap melihat senja. Sungguh, aku teramat sangat merindukannya.