Senja

Kenapa aku begitu menyukai senja? Entahlah, bagiku senja itu meneduhkan. Selalu saja ada magic dalam keindahannya. Dan aku selalu saja mengklaim senja itu milikku (ketika dia sedang cantik-cantiknya). 

Segala yang ada di pikiran selalu saja lenyap ketika aku menatapnya, yang tersisa hanyalah senyuman lebar..yaah, selebar dari ujung kuping kanan ke kuping kiri. Aku selalu takjub, Allah menciptakan senja begitu indah dan dramatis. Once Mahatma Gandhi said “When I admire the wonders of a sunset or the beauty of the moon, my soul expands in the worship of the creator”, and so do I.

Apabila ada yang bertanya dimana aku biasanya menikmati senja? Pasti aku akan menjawab : “Rooftop Kost”. Yah, hanya disitulah..selama beberapa bulan ini aku tinggal di Jakarta.

Tapi kemarin sepertinya aku mendapatkan spot baru yang bagus, di Bekasi. Yah..Bekasi (again) lol. Tapi aku gak tau tepatnya dimana sih. Yang aku ingat hanyalah “dekat banjir kanal timur”. ((Thanks to Mas Galih who introduced me to his fav place for enjoying the sunset .))

Foto dibawah captured by Galih Yuka Abdullah.

Advertisements

Jajan Jakarta : Ragusa Es Krim Italia

Chat mas galih yang pengen es buah jadi mengingatkanku akan es buah yang kita liat di festival makanan di Bekasi dimana saat itu kami beli ice cream (yang harusnya beli es buah). Es buah kemarin itu bener2 buat pengen orang yang liat wkwkwk. Jadi berasa haus !! 😂😂
Setelah chat itu, kami memutuskan buat pergi makan bareng sekalian cari es buah di daerah Juanda, Jakarta Pusat. Tapi….dasarnya kita yang impulsif atau emang random ya, gak jadi beli es buah malah pergi ke Ragusa Ice Cream Italia -_-

Ragusa Ice Cream Italia.

Mungkin hampir semua orang yang menetap di Jakarta maupun dari luar kota Jakarta tidak asing dengan nama restoran ini. Yups, restoran ini menyajikan ice cream yang legendaris (katanya sih sejak tahun 1932). Dan klaim mereka tidak pakai santan dan juga pengawet.  Ada salah satu temen aku disini yang bilang “Lo musti nyobain ragusa deh. enak!”. Aku sih cuman mengiyakan saja, karena pikirku…ice cream rasanya ya biasa aja sih. There’s nothing special about ice cream …Toh di Solo pun juga ada ice cream legendaris “Es Krim Tentrem”. Waktu aku di Surabaya pun atasanku juga bilang suruh nyobain ice cream legendnya Surabaya. Duh…heran sih hahaha kenapa segitunya sama ice cream legendaris wkwkwk.

Setelah sampai di Ragusa, kita bingung mau pilih yang mana. Awalnya mas galih pilih single scoop yang chocolate sundae, tapi akhirnya kita pesen banana split buat berdua (gak abis kalo cuman seorang). Ice Cream datang dengan segelas air putih.

Rasa: Like i said before, actually there’s nothing special. Enak sih, ya enaknya ice cream dengan bahan baku yang bener-bener terpercaya. Gak kaya ice cream abal (?). Rasa vanilla nya terlalu manis, sedangkan yang coklat pas manisnya. Menurutku coklat mereka lebih berasa chocolate-coffee sih wkwkwk. Sedangkan yang strawberry aku g gitu ngeh karena yang ngabisin mas galih >.<

Price: 35.000 for one banana split. Well, pricey sih menurutku. Dengan rasa yang gak begitu wow di aku wkwkwk.

Service: To be honest, their service was so bad. Aku sih kecewa banget sama pelayanannya mereka. Ibu-ibu yang judes, bapak-bapak pelayan yang gak terlalu ramah pula sama kita membuatku agak sedikit heran dan bertanya-tanya. Kenapa sih mereka? Mungkin hal itu wajar kalau aku bertingkah gak sopan, tapi aku sama mas galih baik-baik aja. Sopan datang dan sopan pula perginya (walaupun sempet diusir secara halus wkwkwk). Kita sempat meminta segelas air putih lagi ke bapaknya, karena pada saat itu kita gak tau aturan “you only get one glass of water for one ice cream”. Ya aku minta aja dong, beberapa kali minta tapi gak ditanggepin, dan akhirnya bapaknya bilang “itu udah ada. satu es krim dapetnya satu gelas” dia bilang dengan nada yang menurutku kurang mengenakkan :). Aku mikirnya udah jelek aja ke dia,..yaelah pak, we could afford one bottle of mineral water kok, calm down!!!hahahaha.

Banana Split

Gado-gado yang beli di sebelah Ragusa

Yah, aku sih gak pengen kesana lagi. Bukan karena rasanya yang gak enak atau harganya tapi lebih ke pelayanannya mereka yang sungguh mengecewakan. 🙂

I trust You, Allah

Saya masih menganut paham “Allah lebih tau hati saya” – “Kalau Allah mengizinkan, pasti terlaksana”. 

begitu pun dengan cerita hari ini. Manusia boleh berencana, tapi kalau Allah belum mengizinkan gimana? 

Mungkin itu terbaik buat semuanya. Mungkin malam ini bukan waktu yang tepat. Atau segala kemungkinan yang ada, Wallahuallam 🙂

Ikhlas

Ikhlas! 

Insya Allah…semuanya akan berjalan seperti sedia kala, atau bahkan lebih baik daripada yang kau bayangkan saat ini.

Manusia pintar berteori memang, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba. 

Aku padaMu Ya Rabb, mohon bimbinganMu.