Sourdough Bakery and Local Artisan Cheese

Helloooo..happy weekend!

Hari minggu kali ini ada yang istimewa loh. Karena temen aku, Vina-si penyiar hits Jogja- dateng ke Jakarta. Sebenarnya bukan karena doi kesini sih istimewanya, melainkan karena doi bawa segambreng roti dari local sourdough bakery favorit aku!!!! Siapa lagi kalau bukan KEBUN ROTI ❤️❤️❤️❤️!!

Kebun Roti ini merupakan bakery yang menjual berbagai dessert lezat nan sehat. Roti-roti yang dijual merupakan roti sourdough! Maka dari itu mereka mengklaim roti buatannya diet friendly, natural and healthy.

Sourdough? Apaan tuh?? Kok gw gak pernah denger.

– Well, roti sourdough adalah roti yang dibuat dengan menggunakan fermentasi ragi liar tanpa penambahan ragi instant maupun bread improver. Ragi ini dapat dibuat dari tepung gandum, buah-buahan bahkan sayur-sayuran dengan cara difermentasi sebelum dijadikan biang sourdough.

Roti yang terbuat dari ragi liar alami lebih sehat, mudah dicerna, harum dan kaya rasa karena selama proses fermentasi yeast liar mengubah senyawa pada roti menjadi senyawa sederhana yang lebih mudah diserap tubuh, sehingga tubuh tidak perlu bekerja keras untuk mencerna makanan. Hal ini dapat menghemat enzim berharga yang ada di dalam tubuh.

Selain itu mikroorganisme juga menambahkan banyak gizi dan nutrisi dari enzim yang dihasilkan oleh yeast liar selama proses fermentasi. Enzim-enzim ini dapat meningkatkan kesehatan dan bersifat anti-kolestrol, anti-kanker dan anti-oksidan.

keuntungan lain dari roti ragi alami adalah daya simpan roti lebih lama karena yeast liar dan mikroorganisme menghasilkan senyawa antibakteri dan meningkatkan keasaman sehingga roti dapat disimpan lebih lama.

Jadi gimana? Lebih sehat kan? hehehe.

Untuk rasa..jangan ditanya lagi! Walaupun memakai sourdough sebagai biangnya, roti mereka itu tetap enak! Memang sih untuk sejenis roti tawar sangat berbeda dengan roti tawar pada umumnya. Rasa roti sourdough mereka cenderung lebih asam. Tapi tetap enak loh, apalagi kalau ditambah dengan selai buatan kebun roti atau ghee dari Mazaraat.

Eits, ngomong-ngomong tentang Ghee, kemarin aku juga sempat membeli beberapa keju dari lokal artisan cheese Jogja, yaitu Mazaraat Artisan Cheese. Mereka membuat sendiri kejunya loh! Dan ghee (clarified butter) nya juga berasal dari toko ini! Rasanya sih sudah pasti enak!!! Dan lebih sehat. Harganya pun tidak terlalu mahal untuk ukuran local artisan cheese.

Jadi tunggu apalagiiiii??? Yang berdomisili di Jogja atau sekitarnya, maupun yang mau ke Jogja bisa mampir ke tokonya Kebun Roti ini, dan juga Mazaraat Artisan Cheese.

Kebun Roti (Conogelateria) : Jalan Bougenville No. 11B, Catur Tunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta.

Mazaraat Artisan Cheese : online / bazar di thriffing paradise/ pasar sehat.

Advertisements

BANDUNG! My first short escape

Banduuuuuuuuung!!!!!

Saya sungguh bahagia bisa mengunjungi tempat ini (lagi). Karena kali pertama saya kesana hanya sekedar mampir makan di daerah Cisangkuy lalu lanjut perjalanan darat menuju Solo. Kali ini, saya merencanakan liburan ke Bandung -yang rencananya 3 hari 2 malam di Bandung, berubah menjadi 2 hari 1 malam saja- **padahal saya sudah mengajukan cuti jauh-jauh hari, tapi tetap saja ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Jadi saya memilih untuk stay 1 hari saja di Bandung**.

Rencana ke Bandung ini sebenarnya adalah pengganti rencana liburan kami (Saya, Rifa, Ty dkk) ke Bali. Karena kondisi pulau dewata yang sedang kurang baik, kami memutuskan untuk menunda liburan ke Bali dan digantikan dengan liburan ke Bandung (walau hanya 3 orang yang ikut).

Saya ingin sekali ke Bandung karena cuma satu sih, tak lain tak bukan adalah buat memetik buah strawberry atau beli aneka berries. Sebenarnya di beberapa mall di Jakarta ada, tapi berhubung ingin berhemat (?) saya ingin membandingkan harga saja wkwkwk. Selain itu saya juga butuh foto untuk konten IG saya wkwkwk *anak kekinian memang*.

—-

Kami pergi ke Bandung naik mobil hari minggu pagi, dan siangnya sudah sampe. Saya kira bakal kena macet yang luar biasa, tapi ternyata lancar jaya!!! Alhamdulillah 🙇🏻‍♀️.

Sesampainya ke Bandung, kami langsung menuju Shabu Hachi untuk makan siang dan selanjutnya menuju Neo Hotel untuk sekedar beristirahat.

Sebenarnya…liburan yang sesungguhnya dimulai pada hari Senin, karena hari Minggu itu cuma diisi dengan main ke mall-nonton-nongkrong di kafe.

Hari minggu pun kami hanya sempat ke Dusun Bambu di Lembang, itu saja hanya sebentar karena turun hujan yang cukup deras. Saya ingat, suhu di Dusun Bambu waktu itu sekitar 16 derajat celcius. Baru pertama kali saya merasa takjub bisa menemui suhu udara sebegitu rendah di negara tropis, kalau saya ke puncaknya Solo alias Tawangmangu paling pol juga 20 derajat celcius.

Setelah dari Dusun Bambu pun kami segera pulang, karena kereta saya berangkat dari stasiun jam 7.40 malam.

Ps: Saya bertemu musisi idola saya (Ferry Nurhayat- salah satu anggota musik Tulus) di Stasiun Bandung dengan segala ke-cool-an style pakaiannya wkwkwk

Berikut foto-foto selama di Bandung

Bekal Perjalanan (Coklat for Memes, Roti for Rifa and Ty)

Bandung skyscrapercity

Kupat Tahu nya Bandung

RIFA – MEMES

RIFA-TY-MEMES

Dusun Bambu (Part 1)

Dusun Bambu (Part 2)

 

Jajanan SD di Jakarta

Jajanan depan SD memang selalu saja menarik bagi saya. Apapun jenis dagangannya, saya selalu saja tergoyah untuk mencicipinya (walaupun katanya sedang diet, tapi godaan ini sungguh luar biasa).

Menemukan jajanan SD di sekitar kost saya ini (mungkin) tidak terlalu sulit, hanya saja waktu yang tidak pernah berpihak pada saya *ceileeeh*. Karena pada dasarnya jajanan SD ini PASTI lah dijual waktu jam-jam sekolah atau pulang sekolah, dimana saya sudah dipastikan sedang berada di kantor untuk bekerja membanting lemak biar segera gugur tapi tak tumbuh seribu lagi -_- (emang susah bener diet di kantor yang selalu nyediain makanan yang uwow ini).

Alhamdulillah, kemarin sepertinya waktu sedang berpihak pada saya dan teman saya. Kita memang tak berencana untuk hunting jajanan SD, niatnya memang pergi ke JNE untuk mengirim paket. Tapi rejeki emang gak kemana wkwkwk…waktu jalan mau makan siang di daerah Jalan Kesehatan ternyata banyak banget jajanan SD!! Ada cilor, ada macam sate2an yang digoreng, cilok, dll.

Cilor yang di Jalan Kesehatan ini harganya 1000 rupiah saja! dan rasanya??? ENAK BANGET YA ALLAH.. pengen nangis rasanya saking enaknya wkwkwk *lebay*

(Sayang gak difoto)

Setelah jajan dan makan siang, kita balik ke kantor lewat daerah Petojo Enclek (biar cepet sampe kantor). Tebak di jalan kita ketemu sama siapa??? Kita ketemu sama TUKANG CILOR, DKK LAGI DONG!!! BAHAGIA!

Udah tau tadi abis jajan dan belum juga dimakan, tapi liat ada tukang jualan cilor yang lain, kita tetep aja beli. Sebenarnya dia gak jualan cilor aja sih, tapi juga macaroni yang ditelurin (?). Rasanya juga ENAK BANGET!!! gak kalah sama yang pertama dibeli tadi.

Ya…itulah hasil jajanan kita kemarin. Jajanan yang sebenarnya tidak sehat, tapi enak T_T huhuhu

[REVIEW] Berrywell @ Shophaus, Menteng

Mager di pagi hari itu kayaknya udah jadi sebuah “penyakit” buatku. Beberapa waktu ini aku sepertinya menjadi orang yang malas bangun pagi, malas olahraga pagi dan malas mandi pagi. Tapi, kemarin kemalasan itu seketika harus ditinggalkan karena mendadak si sahabat baik ternyata ada di Jakarta (ni anak bolak balik Solo-Jakarta mulu deh perasaan).

—————————————————————————————————————————————–

Una : Mes, ku di Jakarta loh.

Mes : ha? ngapain? sama siapa?

Una : sama ibu mau kondangan di Depok. Mau main ga?

Mes : yaelah Depok. Jauh. Ga mau.

Una : yakan nanti bisa mampir dulu main kemana gt.

Mes : yawes, ke shophaus aja. Jangan pagi2 ke mall.

Una : oke. nanti dijemput sama ibu+tante ya.

Mes : yo, tak siap2 dulu

—————————————————————————————————————————————–

Setelah mandi super kilat (karena dia ternyata cepet banget nyampenya), kita langsung menuju ke shophaus di menteng. Jujur..alesan kesana karena tempatnya yg instagramable buat foto2in interior di dalemnya sih hahaha. Dan saat itu aku juga gak tau kalo berrywell ada toko disitu.

Letak shophaus sebenarnya juga tidak begitu jauh dari kost’an, dan deket juga dari Bappenas, tapi karena kita baru pertama kali kesana dan Tante Etty yang nyetir agak kurang fokus jadinya kita malah muter-muter hahaha. Padahal ya…tinggal lurus belok kanan belok kiri aja (ya iya lah) -_-

Setelah sampai, kita langsung masuk ke dalam dong. Ibu dan Tante Etty langsung pulang karena cuman dropoff kita aja. Dan gak lupa mereka berpesan kalau harus hati2 memilih makanan, kalau mau makan cake tanya dulu pake rhum ga (karena ternyata ada toko yang jual beer dan mereka khawatir).

Karena belum terlalu lapar akhirnya kita memutuskan untuk nyobain smoothies dari berrywell ini. Sebenarnya aku udah lama pengen nyobain berrywell. Tapi wacana itu belum kunjung terlaksana. Baru kemarin terlaksana wkwk. Kita memesan Pina Colada (smoothies peach, banana, pineapple, desicated coco, and multigrain milk) – 55k untuk ukuran Reguler.

Shophaus ini sendiri merupakan tempat asik buat nongkrong, belajar ataupun kerja. Ruangan yang didesain ala outdoor dengan pencahayaan alami membuat shophaus lebih terlihat unik. Walaupun pencahayaan alami yang masuk begitu banyak, tidak serta merta membuat tempat ini panas. Justru mereka membuatnya jadi dingin.

**Untuk rasa, Pina Colada ini terasa manis, sedikit asam dan segar. Reguler bowl dari berrywell ini aku makan berdua dengan UNA, dan ini bikin kita kenyang banget! Udah enak, sehat, ngenyangin pula. Untuk harga mungkin bukan harga yang murah, tapi demi kesehatan apa salahnya sih? Sehat itu mahal harganya. Memulai pola hidup sehat juga butuh komitmen. So, apakah kalian juga tertarik untuk mencoba smoothies dari Berrywell yang enak ini? Aku saranin kalian harus nyoba! 👌🏻

Yogyakarta, hatiku selalu ada untukmu

Yogyakarta, kota dengan segala keunikannya. Kota yang ramah dan selalu bikin orang jatuh cinta. Kota dimana aku menjatuhkan hatiku untuk menjadikannya rumah keduaku setelah kota kelahiran, Solo.

Kali ini aku ke Jogja bukan untuk wisata atau sekedar mengunjungi teman. Tapi untuk perjalanan dinas dari kantor. Dulu, tiap kali mau ke Jogja tinggal naik prameks aja, satu jam nyampe. Sekarang ya mau gak mau pakai pesawat, kalau gak kereta api jarak jauh kalau mau ke Jogja wkwkwk.

Pesan pesawat ke Jogja secara mendadak?? Kayaknya jangan ditiru deh. Kenapa? Ya…karena bakal kehabisan. Aku gak tau kenapa tiap kali ada yang mau berangkat ke Jogja selalu aja kehabisan tiket pesawat. Bahkan dulu atasanku malah jadinya naik kereta. Sepertinya banyak peminatnya nih Jogja ini wkwkwk.
Aku pun juga sama, hampir kehabisan tiket. Untungnya masih ada Batik Air. Kita berangkat naik Batik Air dan pulang naik Garuda Indonesia (as always).

Ngapain aja selama di Jogja?
well, hari pertama aku pulang ke Solo sih. Karena udah kangen jg sama mama. Jadi disempetin pulang walaupun cuma numpang tidur doang. Paginya balik Jogja lagi buat rapat sosialisasi ratifikasi konvensi montreal 1999.
Setelah itu baru malamnya bisa keluar bentar buat nikmatin indahnya Jogja pada waktu malam hari. Ternyata sekarang sudah banyak yang berubah, jujur aku rindu Jogja yang dulu :').

1. Going to Waroeng Pohon
ada apa disini? ada INGKUNG! yak..ingkung. Ayam Ingkung. Sudah beberapa minggu aku pengen banget ayam ingkung ini dan alhamdulillah bisa keturutan makan disini

Aku pesen satu paket ayam ingkung utuh (sudah dengan nasi dan lalapan). Karena aku gak makan nasi jadi ayam segitu bisa habis untuk beberapa orang 😍. Soal rasa…jangan ditanya lagi. ENAK!

2. Jajan Lumpia Mutiara
sebenarnya list makan di Jogja buanyak sih, tapi karena terbatasnya waktu ya..cari seadanya aja. Salah satunya ini. Walaupun bukan yang dicari (nyarinya lumpia isi rebung), tapi udah bisa bikin rindu akan lumpia terobati 😀

Jalan Malioboro di malam hari juga gak kalah kece lhoh!

3. Going to Bringharjo Traditional Market
sebenernya kesini karena nemenin mb manda sih buat nyari daster. Tapi aku juga nyari cemilan cenil juga siih, sayangnya gak ada yang jual 😦 Gakpapa! Masih bisa makan sate kere wkkwkw. Kalau mb manda makannya pecel 👌🏻 aku sih lg gak pengen makan pecel, pengennya makan cenil 😦

*sayang kmrn sate kerenya lupa difoto wkwk*

4. Bakpia Pia
beli oleh-oleh disini. Yang deket sama hotelnya mbak manda. Biar sekali jalan aja gitu. Untuk rasa emang enak sih 👌🏻 Harganya 40 ribu per kotak (isi 20 biji). Bisa campur.

**BONUS FOTO**

YOGYAKARTA, AKU CINTA

Pasar Kaget Benhil

Beberapa hari ini, pekerjaan di kantor gak ada yang dateng sama sekali. Gak kaya waktu beberapa waktu yang lalu. Bulan puasa gini kebanyakan “nganggur” nya, dan jujur aja kadang bete juga kalo gak ada kerjaan yang dipegang.
Saking betenya, aku iseng deh nyari info tentang jajanan takjil di Jakarta. Memang sih, sebenernya banyak banget penjaja makanan di pinggir jalan di bulan puasa kayak gini. Tapi ekspektasiku tuh, jajanan takjik ya jajanan yang banyak banget macemnya. Gak cuma gorengan dan minuman manis doang (karena mostly penjaja makanan di pinggir jalan jualannya cuma gorengan + minuman manis). Aku inget banget, waktu masih di Solo aku pernah liat tayangan berita di tv yang menampilkan pusat kuliner takjil gitu di Jakarta. Dan yang jual banyaaaak!! Udah kayak bazar makanan gitu. Dan itu yang aku cari. 
Setelah tanya-tanya sama temen kantor dan googling, dapetlah kesimpulan kalau mau jajan takjil yang lengkap ya di Benhil, ini udah terkenal banget. How to get there? ini yang bikin aku mayan berpikir. Masalahnya aku tau, daerah menuju Benhil itu macet banget. Kalau mau naik busway bingung juga nanti ke lokasinya gimana karena belum pernah kesana. Dan pada dasarnya aku anaknya random banget, pas udah tau jalan ke pasarnya langsung pengen cabut aja hari itu juga. Ngajakin temen gak ada yang mau, alhasil ya….harus sendiri. Awalnya aku sempat mengurungkan niat buat gak ke Benhil hari itu juga, bisa kali lain waktu barengan temen kantor yang emang pengen juga tapi bisanya minggu depan, sedangkan aku maunya hari ini (ngidam buuu?? -_-). Ya udah deh, aku mikirnya “nanti gampang deh, kalo niat jalan ya berangkat, kalo engga ya besok aja. Sendiri gapapa lah”. Eh, pas banget jam pulang aku baru inget kalau punya temen yang ngekos daerah situ, si Putri Anjatsari, temen SMA ku. Langsung lah aku cari tau detailnya ke Putri dan pada akhirnya dia mau nemenin aku nyari takjil, tapi dengan ucapan “Kemaren aku abis kesana, tapo ternyata biasa aja” 😐 okelah, ya mungkin menurut Putri biasa, menurutku luwar biyasa (sumpah lebaaay).
Udah deh itu aku akhirnya pesen ojol buat ke kosan Putri. Dan tebakanku bener, macet bangeeeet!!!! hampir sejam aku menuju kosnya. Setelah sampai kita langsung menuju lokasi buat nyari takjil. Sebenernya sepanjang perjalanan dari kosan ke lokasi juga banyak penjaja makanan di pinggir jalan, dan gak hanya gorengan aja, kali ini banyak banget macemnya. Tapi aku meyakinkan diri sendiri kalau aku harus beli yang di Benhil aja, jangan yang disitu. Orang tujuannya ke pasar kaget Benhil, masaau beli yang di pimggir jalan gitu aja. Rugi ongkos dan waktu dong wkwkwk. Setelah sampai lokasi…ternyata tempatnya gak seluas yang aku bayangin. Penjualnya pun gak sebanyak yang aku bayangin. Setelah keliling-bingung-keliling lagi-bingung lagi, akhirnya aku memutuskan buat beli jenang ketan hitam dan kacang ijo (awal yang manis untuk akhir yang manis wkwkwk). Setelah itu beli gorengan (risol) dan bakcang (Putri yang beli ini). Sebenarnya aku pengen banget beli kue lapis, lupis, kue talam dll, tapi takut rasanya gak enak. Dan mau beli ikan bakar kok ya harganya mahal, padahal aku anaknya gampang laper tp g bisa sekaligus makan banyak. Akhirnya aku memutuskan untuk beli itu aja dan pengen beli mendoan di jalan yang kita lewatin tadi (update: gak jadi beli mendoan karena gak nemu). 
Gimana rasanya ke Pasar Kaget Benhil? Seneng sih bisa ngabuburit, tapi ternyata semua biasa ajah. Bahkan makanannya pun so-so. Gak ada yang enak banget! Kacang ijo yang aku beli sungguh…gak enak sama sekali!!! Bau apeg…tau apeg lan? Kalau ketan hitamnya juga biasa aja. Semua makanan yang aku beli rasanya biasa banget. Kecewa sih karena udah berekspektasi yang tinggi, cuman ya gak ada salahnya nyobain. Kalau belum nyoba siapa yang tau kalau itu enak apa engga, tempatnya enak apa gak dll. Kapok kesana? Jujur iya. Tapi kalau dimintain buat nemenin doang mah ayo aja wkwk. 

Suasana di Pasar Kaget Benhil

Jajan Jakarta : Ragusa Es Krim Italia

Chat mas galih yang pengen es buah jadi mengingatkanku akan es buah yang kita liat di festival makanan di Bekasi dimana saat itu kami beli ice cream (yang harusnya beli es buah). Es buah kemarin itu bener2 buat pengen orang yang liat wkwkwk. Jadi berasa haus !! 😂😂
Setelah chat itu, kami memutuskan buat pergi makan bareng sekalian cari es buah di daerah Juanda, Jakarta Pusat. Tapi….dasarnya kita yang impulsif atau emang random ya, gak jadi beli es buah malah pergi ke Ragusa Ice Cream Italia -_-

Ragusa Ice Cream Italia.

Mungkin hampir semua orang yang menetap di Jakarta maupun dari luar kota Jakarta tidak asing dengan nama restoran ini. Yups, restoran ini menyajikan ice cream yang legendaris (katanya sih sejak tahun 1932). Dan klaim mereka tidak pakai santan dan juga pengawet.  Ada salah satu temen aku disini yang bilang “Lo musti nyobain ragusa deh. enak!”. Aku sih cuman mengiyakan saja, karena pikirku…ice cream rasanya ya biasa aja sih. There’s nothing special about ice cream …Toh di Solo pun juga ada ice cream legendaris “Es Krim Tentrem”. Waktu aku di Surabaya pun atasanku juga bilang suruh nyobain ice cream legendnya Surabaya. Duh…heran sih hahaha kenapa segitunya sama ice cream legendaris wkwkwk.

Setelah sampai di Ragusa, kita bingung mau pilih yang mana. Awalnya mas galih pilih single scoop yang chocolate sundae, tapi akhirnya kita pesen banana split buat berdua (gak abis kalo cuman seorang). Ice Cream datang dengan segelas air putih.

Rasa: Like i said before, actually there’s nothing special. Enak sih, ya enaknya ice cream dengan bahan baku yang bener-bener terpercaya. Gak kaya ice cream abal (?). Rasa vanilla nya terlalu manis, sedangkan yang coklat pas manisnya. Menurutku coklat mereka lebih berasa chocolate-coffee sih wkwkwk. Sedangkan yang strawberry aku g gitu ngeh karena yang ngabisin mas galih >.<

Price: 35.000 for one banana split. Well, pricey sih menurutku. Dengan rasa yang gak begitu wow di aku wkwkwk.

Service: To be honest, their service was so bad. Aku sih kecewa banget sama pelayanannya mereka. Ibu-ibu yang judes, bapak-bapak pelayan yang gak terlalu ramah pula sama kita membuatku agak sedikit heran dan bertanya-tanya. Kenapa sih mereka? Mungkin hal itu wajar kalau aku bertingkah gak sopan, tapi aku sama mas galih baik-baik aja. Sopan datang dan sopan pula perginya (walaupun sempet diusir secara halus wkwkwk). Kita sempat meminta segelas air putih lagi ke bapaknya, karena pada saat itu kita gak tau aturan “you only get one glass of water for one ice cream”. Ya aku minta aja dong, beberapa kali minta tapi gak ditanggepin, dan akhirnya bapaknya bilang “itu udah ada. satu es krim dapetnya satu gelas” dia bilang dengan nada yang menurutku kurang mengenakkan :). Aku mikirnya udah jelek aja ke dia,..yaelah pak, we could afford one bottle of mineral water kok, calm down!!!hahahaha.

Banana Split

Gado-gado yang beli di sebelah Ragusa

Yah, aku sih gak pengen kesana lagi. Bukan karena rasanya yang gak enak atau harganya tapi lebih ke pelayanannya mereka yang sungguh mengecewakan. 🙂

Bali

Bali. Terakhir aku pergi ke Bali itu sekitar 9th yang lalu 🙂 well, udah lama banget emang. Waktu itu ke Bali juga pas study tour sekolah, setelah itu aku sama sekali belum pergi mengunjungi pulau dewata ini lagi.

Alhamdulillah, kemarin dikasih kesempatan buat ke Bali dari kantor karena ada undangan yang dadakan banget sifatnya. Undangannya aja tanggal 27, dan kita harus di Bali tgl 28. Untung aja masih ada pesawat yang sudi menampung (?) kita untuk pergi ke Bali wkwkwk.

Berapa hari di Bali? Cuma semalem! Iya! SEMALEM! Pengennya sih emang kita balik hari Sabtu (berangkat kamis malam). Tapi karena aku ke Bali bersama mas2 yang sudah beristri, alhasil ngikutin mereka aja yang pengen buru-buru pulang karena udah kangen sama istri tercinta pft~

Di Bali kita menginap di hotel yang jaraknya super deket banget sama bandara, karena acara kita juga deket dari bandara (benoa). Kita menginap di Hotel Sovereign. Hotelnya cukup bagus dan bersih. Pelayanannya memuaskan. Sayang, breakfast yang mereka tawarkan tidak cukup lengkap and their food (mostly) too salty (for me). Tapi selebihnya bagus.

Di depan hotel juga banyak pedagang yang menawarkan berbagai jenis makanan mulai dari nasi goreng, babi guling, sop ikan, nasi padang dll. Ada circle K juga tepat di depan hotel ini. 

Kamar mandi yang bersih 👌🏻

Twin bed


Sesampainya di hotel, kita langsung cari makan di depan hotel. Makan nasi goreng, capcay dan bakmi kuah beserta minum cuma 50ribu rupiah untuk bertiga. Murah! Porsinya juga porsi kuli kalau kata aku wkwkwk.

Setelah selesai makan, kita pergi ke toko oleh-oleh krisna hanya sekedar membeli baju (ada salah satu temen kantor yang gak bawa baju sama sekali, jadi dari kantor langsung cabut ke Bali lol).

Paginya, kita menyempatkan diri buat ke Joger (beliin titipan temen kantor) dan ke Gusto Gelato Caffe. Karena mas-mas ini harus sholat jumat dulu, jadi kita memutuskan untuk nongki di Gusto Gelato sembari nunggu sholat jumat. 


Disini aku pesen 2 jenis ice cream. Medium dan small. Aturan aku pesennya cuma yang medium aja, tapi mungkin mbaknya gak denger kalau aku bilang “medium aja deh g jadi small” jadi keitungnya small+medium wkwkwk. 

— medium : 3 scoop ice cream (sekitar 42 rb)

— small : 2 scoop ice cream (25 ribu- kalau g salah inget wkwk)

Pilihan rasanya juga banyaaak!! Bikin bingung 😦 rasanya pengen beli semuanya wkwkwk. Tapi akhirnya kita menjatuhkan pilihan (ceile…) pada ice cream vanilla, strawberry sorbet, matcha, tiramisu dan chocolate+potongan jeruk (entah apa namanya). Dan enak semuaaaa T.T 

Harusnya sih pesen yang pake cone biar bisa buat foto2..tapi dipikir2 kalau pake cone jadi belepotan. Y udah deh gak jadi 😦


Baru setelah sholat jumat kita pergi ke tempat rapat (di Benoa) dan pulang ke Jakarta malam harinya. Benar-benar cuma numpang tidur dan makan doang kan di Bali???? 😂