Ngonser “Tulus”

Tulus. Muhammad Tulus Rusydi. Seorang penyanyi yang menginspirasiku. Karyanya yang unik benar-benar bisa menarik perhatianku untuk lebih dalam mengenalnya. Tulus panggilannya. Dia berperawakan tinggi besar, aku mungkin hanya se dada nya saja apabila sedang bersanding disampingnya (iriiiii…pengen tinggi). Tulus, seorang yang hangat, ramah, murah senyum dan humoris. Terkadang konyol juga.

Beberapa kali sempat bertemu dan mengobrol dengannya sewaktu masih di Solo dan Jogja, sungguh…dia benar-benar baik. Dengan segala tingkah kita, (Teman Tulus Jogja) dia meladeni dengan lucu pula.

Setelah memutuskan hiatus nonton konser untuk beberapa waktu, akhirnya hari ini aku nonton penampilannya Tulus lagi. Tepatnya di Plangi Sky Dining, Plaza Semanggi. Dengan membayar voucher makan senilai 50k, kita bisa melihat Tulus dan membeli makanan yang sudah tersedia di dalam.


Selain itu, tadi aku bertemu dengan beberapa Teman Tulus Jakarta. Bahagia banget bisa menjalin silaturahmi dengan orang baru. Semoga bisa terus bersilaturahmi.

FILM “ZIARAH”

poster-ZIARAH-small-size

Ziarah, sebuah film layar lebar pertama karya BW Purba Negara yang merupakan film maker asal Yogyakarta. Sebelumnya memang BW Purba Negara ini sudah menghasilkan beberapa film pendek seperti Kamu di Kanan Aku Senang (2013), Bermula dari A (2011), Cheng Cheng Po (2007), Musafir (2008), Digdaya Ing Bebaya (2014) dan masih banyak lagi.

Film ziarah bercerita tentang perjalanan Mbah Sri dalam mencari makam suaminya yang hilang semasa Agresi Militer Belanda II pada tahun 1949. Tujuannya agar kelak Mbah Sri dapat dimakamkan bersanding dengan makam suaminya. Film ini tidak hanya mengusung tema percintaan, akan tetapi juga kesabaran dan pengorbanan. Pengorbanan demi cinta dan demi tanah air. Dalam film ini, dapat disaksikan bahwa cinta tak hanya milik kaum muda saja, tapi yang tua pun juga masih punya cinta di dalam hati mereka. Cinta yang tak lekang oleh waktu. Kepercayaan akan cinta juga yang membuat Mbah Sri bertekad untuk mencari makam suaminya yang entah ada dimana. Perjalanan Mbah Sri tidaklah mudah, dengan kondisi Mbah Sri yang tua renta seperti itu, beliau masih harus menempuh perjalanan jauh, berjalan kaki bahkan tertidur di makam pun pernah.

Secara keseluruhan, menurut saya film ini sudah sangat apik. Saya, sebagai orang yang tidak terlalu suka menonton sebuah film dapat menyatakan kalau film itu bagus. Bahkan saya trenyuh saat Mbah Sri menceritakan alasan kenapa dia mencari makam suaminya itu. Sungguh, cinta untuk Mbah Pawiro Sahid dari Mbah Sri ini besar sekali. Cinta yang benar tulus adanya.

Ending film ini, saya masih belum bisa meraba maksud yang tersimpan di dalamnya. Saya masih sedikit bingung dengan endingnya (mungkin harus nonton sekali lagi dan ditemani oleh seseorang yang dapat bertukar pikiran dengan saya hehehe..).

Berikut saya tampilkan cuplikan dari film Ziarah: (sumber google).

still-image-ZIARAH-c

Mbah Sri dalam perjalanan mencari makam suaminya

still-image-ZIARAH-e

FYI: Film Ziarah ini hanya dapat disaksikan di XXI Taman Ismail Marzuki (Jakarta Pusat) dan XXI Blok M (Jakarta Selatan).

Aku dan berbagai cerita di sekitarku

Percakapanku dengan mas awan kemarin malam membuatku berpikir lagi. Bukan hanya tentang masalah RS, tapi juga masalah orang-orang yang ada di “sana”. Ternyata,…orang yang selama ini aku anggap teman baik, aku anggap saudara bisa seperti itu. Yah, setidaknya aku sudah tahu yang sebenarnya.

Bersyukur juga sih, udah ditunjukkin mana teman yang benar-benar baik dan mana yang bukan. Allah sepertinya masih berbelas kasih padaku.

Anyway, kalau dipikir,..sudah lama juga kita gak ngobrol selama itu. Telponan selama hampir 2 jam. Dari membahas masalah percintaan, sahabat, sampai jam tangan. Hal-hal yang gak penting pun ikutan dibahas. Kalau kata dia “gw tuh kalau sama lo bisa ngomong banyak banget tanpa keabisan bahan pembicaraan. Ada aja yang diomongin sampe hal yang gak penting pun bisa diomongin” hahaha.

Dan satu yang bikin aku ngakak gak brenti waktu dia bahas cewe yang dia suka trus aku nanya “kok kamu gak suka sama aku mas? kan kita deket banget dulu” — “LO KAN ADEK GW. LO GAK SUKA AMA GW. LO UDAH NGE BLACKLIST GW DARI AWAL”. hahahahahahaha sumpah ini kocak!!! hahahaha.

Alhamdulillah,..bisa dibikin gak sumpek untuk sesaat >.<

Aku rindu–

Aku rindu berbahagia denganmu. Aku rindu berbahagia dengan orang sekitarku. Aku rindu senja yang rupawan, juga senyumku yang selalu mengembang tiap melihat senja. Sungguh, aku teramat sangat merindukannya.

When two strangers get to know each other, an intersection of emotions forms between them. And when they least expect it, it becomes invisible to the two people. At the time, they don’t even realize that it can throw them into an unexpected state of confusion 🙂