Bali

Bali. Terakhir aku pergi ke Bali itu sekitar 9th yang lalu 🙂 well, udah lama banget emang. Waktu itu ke Bali juga pas study tour sekolah, setelah itu aku sama sekali belum pergi mengunjungi pulau dewata ini lagi.

Alhamdulillah, kemarin dikasih kesempatan buat ke Bali dari kantor karena ada undangan yang dadakan banget sifatnya. Undangannya aja tanggal 27, dan kita harus di Bali tgl 28. Untung aja masih ada pesawat yang sudi menampung (?) kita untuk pergi ke Bali wkwkwk.

Berapa hari di Bali? Cuma semalem! Iya! SEMALEM! Pengennya sih emang kita balik hari Sabtu (berangkat kamis malam). Tapi karena aku ke Bali bersama mas2 yang sudah beristri, alhasil ngikutin mereka aja yang pengen buru-buru pulang karena udah kangen sama istri tercinta pft~

Di Bali kita menginap di hotel yang jaraknya super deket banget sama bandara, karena acara kita juga deket dari bandara (benoa). Kita menginap di Hotel Sovereign. Hotelnya cukup bagus dan bersih. Pelayanannya memuaskan. Sayang, breakfast yang mereka tawarkan tidak cukup lengkap and their food (mostly) too salty (for me). Tapi selebihnya bagus.

Di depan hotel juga banyak pedagang yang menawarkan berbagai jenis makanan mulai dari nasi goreng, babi guling, sop ikan, nasi padang dll. Ada circle K juga tepat di depan hotel ini. 

Kamar mandi yang bersih 👌🏻

Twin bed


Sesampainya di hotel, kita langsung cari makan di depan hotel. Makan nasi goreng, capcay dan bakmi kuah beserta minum cuma 50ribu rupiah untuk bertiga. Murah! Porsinya juga porsi kuli kalau kata aku wkwkwk.

Setelah selesai makan, kita pergi ke toko oleh-oleh krisna hanya sekedar membeli baju (ada salah satu temen kantor yang gak bawa baju sama sekali, jadi dari kantor langsung cabut ke Bali lol).

Paginya, kita menyempatkan diri buat ke Joger (beliin titipan temen kantor) dan ke Gusto Gelato Caffe. Karena mas-mas ini harus sholat jumat dulu, jadi kita memutuskan untuk nongki di Gusto Gelato sembari nunggu sholat jumat. 


Disini aku pesen 2 jenis ice cream. Medium dan small. Aturan aku pesennya cuma yang medium aja, tapi mungkin mbaknya gak denger kalau aku bilang “medium aja deh g jadi small” jadi keitungnya small+medium wkwkwk. 

— medium : 3 scoop ice cream (sekitar 42 rb)

— small : 2 scoop ice cream (25 ribu- kalau g salah inget wkwk)

Pilihan rasanya juga banyaaak!! Bikin bingung 😦 rasanya pengen beli semuanya wkwkwk. Tapi akhirnya kita menjatuhkan pilihan (ceile…) pada ice cream vanilla, strawberry sorbet, matcha, tiramisu dan chocolate+potongan jeruk (entah apa namanya). Dan enak semuaaaa T.T 

Harusnya sih pesen yang pake cone biar bisa buat foto2..tapi dipikir2 kalau pake cone jadi belepotan. Y udah deh gak jadi 😦


Baru setelah sholat jumat kita pergi ke tempat rapat (di Benoa) dan pulang ke Jakarta malam harinya. Benar-benar cuma numpang tidur dan makan doang kan di Bali???? 😂

Kota Tua – Ancol

Setelah “drama” harus dinas ke Bali (dadakan) dan cuma semalam doang plus sewaktu pulang udah dikasih PR aja dari kantor, membuat kesehatan jiwa dan raga seorang Meutia Megah Shinta sedikit menurun. Ditambah telat makan yang bikin begah perutnya, alhasil sewaktu pulang dari Bali berasa gak enak badan banget.

Sabtu kemarin bangun pagi tuh rasanya berat banget (karena masih ngantuk) tapi mau gak mau ya emang harus dipaksain, karena harus menyelesaikan tugas negara *ceileh*.

Tapi alhamdulillah banget nih, pagi2 mas galih (temen kantor) ngewhatsapp ngajakin hunting foto di Kota sorean gitu >.< kan jadi semangat tuh ngerjain infografisnya lol lol yeaay short escape !!! 

Harusnya sih kita jalan jam 5 sore, karena mas galih kena macet+naik vespa yg gak bisa diajakin balapan (?) jadinya kita baru jalan menjelang maghrib. Dan pas banget sampai di kawasan Kota Tua tuh udah maghrib gitu. Kesempatan dong yaaa..ada masjid juga deket situ, jadi ngajakin mas galih buat jamaah di masjid dulu (semenjak ngekost jadi jarang jamaah di masjid). Kangen gitu rasanya … 

Setelah selesai sholat, kita menuju ke kawasan Kota Tua. Kesan pertama? Rame!! Udah ky pasar malem aja. Banyak makanan, banyak pengunjung juga yang rata2 pada bawa keluarga, pacar dan juga rombongan teman. 

Kota Tua di malam hari

pernak-pernik yang dijajakan di sekitar Kota Tua

Cafe Batavia



Setelah puas jajan-jajan lucuk (?), curcol panjang mulai dari kerjaan sampe urusan asmara (?) akhirnya kita memutuskan buat pindah tempat ke….ANCOOOOL!! Yeaaay

Aku tuh merasa kalau belum pernah ke Ancol sama sekali entah itu sebelum aku kerja disini atau sekedar short visit ke Jakarta.

Tapiii..setelah masuk Ancol dan keliling sebentar sama mas galih naik vespa, aku tuh ngerasa ky familiar sama tempatnya. Puncaknya waktu kita ngelewatin restoran cepat saji AW. Aku bener2 merasa udah pernah masuk disitu. Tapi aku lupa..kapan aku ke Ancol?? Ternyata setelah diingat-ingat, aku memang udah pernah ke Ancol..ke MEIS (Mata Elang International Stadium) buat nonton konser Super Junior (Sushow 4) hahaha Ya Allah…sampe lupa banget pernah ke Ancol. Ya mungkin karena dulu tujuannya bukan ke “Ancol” nya kali ya..tapi nonton Suju wkwk.

Kita jalan di sepanjang jembatan yang menurutku lumayan asik buat sekedar ngobrol sama temen dan ngilangin penat. Semilir anginnya bikin tambah pikiran jadi rileks, dan alhamdulillah semalem langitnya cerah banget! Gak ada tanda-tanda turun hujan sama sekali. Jadi laut beserta kawannya pun juga terlihat menawan.

Pantai Ancol di malam hari

 

Di sepanjang jalan dari kost-Kota Tua-Ancol, ini bibir gak berhenti buat senyum-senyum bahagia. Senyumnya jenis senyum lebar yang bener-bener seneng banget bisa jalan-jalan malam naik motor. Karena pada dasarnya aku tuh dulu kalau di Solo, sukanya jalan malam/senja gitu ..ya sekedar keliling kota Solo buat menikmati Solo di waktu senja/malam hari, dan harus naik motor! Karena kalau naik mobil gak bisa menghirup udara alam sesukanya (?) wkwkwk. Bagiku sebuah kota akan terlihat cantiknya ketika senja/malam datang, entahlah. 

Terlebih lagi sebelum aku pergi, ada seseorang yang berhari-hari dirindukan datang ke kost 🙂 memang, skenario Allah itu maha dahsyat! Dia tahu benar, aku sangat merindukannya. 8 menit yang bagiku sangat berharga karena bisa ngobrol bentar sama dia :’) See you soon mas

Trip to Bangkok Part VII

img_3305

Cuaca yang sedikit tidak bersahabat menyebabkan sebagian dari rencana kita dibatalkan. Rencana hari ini adalah mengunjungi tempat-tempat wisata yang harus di kunjungi ketika kita berkunjung ke Bangkok seperti Grand Palace, Wat Arun, Wat Pho dan Asiatique. Sebenarnya masih terdapat banyak destinasi wisata Bangkok yang harus dikunjungi, akan tetapi waktu kita benar-benar tidak cukup untuk mengunjungi semuanya.

so, we decided to go to Grand Palace as our first stop for today. Untuk menuju grand palace dari hotel kita itu ternyata cukup dengan jalan kaki yang menurutku lumayan jauh (tapi mungkin bagi sebagaian orang jauh banget sih wkwk). Pagi-pagi sekali kita sudah keluar hotel dan berjalan santai sembari tengok-tengok jalan sekitar bangkok di pagi hari yang ternyata cukup menyenangkan untuk dilihat. Karena pagi hari kita belum sarapan, kita memutuskan untuk membeli nasi ayam di pinggir jalan yang ternyata rasanya amburadul itu 😦 entahlah ini karena emang kita gak basa makan dengan bumbu seperti itu atau gimana, tapi emang sih…kurang enak!.

After finished our meal, suddenly it rained so hard and guess what??? we didn’t bring any umbrella or raincoat as well 😦 *such a bad idea* , so..we went to 7eleven to buy some raincoats, and then here we go..we are ready to visit Grand palace huwooow >.<

GRAND PALACE

Gerbang masuk utama Grand Palace terletak di jalan Thanon Na Phra Lan dan untuk masuk ke Grand Palace itu sendiri kita harus merogok kocek yang lumayan dalam yaitu sekitar THB500. Dengan THB500 itu, kita dapat masuk ke lokasi wisata selain Grand Palace antara lain:

  1. Tiket masuk ke Grand Palace.
  2. Tiket masuk ke Wat Phra Kaew (The Temple of the Emerald Buddha).
  3. Tiket masuk ke The Pavillion of Regalia, Royal Decorations and Coins.
  4. Tiket masuk ke Vimanmek Mansion Museum.
  5. Tiket masuk ke Support Museum Abhisek Dusit Throne Hall.
  6. Tiket masuk ke Sanam Chandra Palace.
  7. Tiket masuk ke Arts of The Kingdom Exhibition at Ananta Samakhom Throne Hall.

***Tiket 1- 3 harus digunakan pada hari yang sama, sedangkan untuk nomor 4-7 bisa digunakan di hari lain (masih dalam jangka waktu 7 hari setelah pembelian)***

Disini kita memutuskan gak masuk karena harga tiket yang menurut kita mending buat beli baju itu hahahaha…ya mungkin lain kali harus masuk sih!. Disini kita hanya keliling sebentar diluar pintu masuk setelah itu kita bergegas menuju Wat Pho yang jaraknya tidak jauh dari Grand Palace.

Address:

Na Phra Lan Road (main gate)
Tel: +66 2 222 8181
Website: palaces.thai.net/vt/vtgp

How to get there:
Naik Chao Phraya Express Boat ke Ta Chang Pier (N9). Jalan kaki 10 menit, pintu masuk di Na Phra Lan Road (dekat taman Sanam Luang)
Jam Buka: 08.30 – 15.30 (setiap hari)
Tiket Masuk: THB500

Wat Pho

IMG_3334

Pintu masuk utama

IMG_3336

Tiket masuk Wat Pho

Selain Grand Palace, Wat Pho juga merupakan salah satu destinasi wisata di Bangkok yang wajib dikunjungi. Wat Pho sendiri adalah kuil tertua dan juga terbesar di Bangkok, dimana di dalam Wat Pho tersebut ada patung Budha  yang sedang tertidur (Reclining Budha) terpanjang di Thailand.  Dan untuk tiket masuk Wat Pho sendiri harganya THB100 per orang (dapet air mineral lhoh >.<). Untuk mencapai ke tempat ini dari Grand Palace, cukup dengan berjalan kaki saja karena jaraknya tidak jauh..ya sekitar 15 menit lah (jalan santai).

IMG_3354

Reclining Budha

Reclining Budha sepanjang 46 m dengan tinggi 15 m ini konon terbuat dari bata, gips dan lapisan emas. Telapak kakinya dilapisi dengan 108 lakshana (lambang suci Budha) yang terbuat dari mutiara. Di sepanjang koridor tempat patung Budha tertidur ini juga terdapat 108 mangkuk perunggu yang melambangkan sifat-sifat keberuntungan Budha, sehingga banyak pengunjung juga menjatuhkan koin ke mangkuk perunggu tersebut untuk mendapatkan keberuntungan. Dan bagi pengunjung yang memakai baju seksi disuruh memakai kimono panjang berwarna kuning dan di depan pintu masuk kuil, disediakan kantong sendal/sepatu, untuk memasukkan sendal kita ke dalam kantong itu dan kita bawa.

IMG_3374

Mangkuk Koin

Wat Pho sendiri tempatnya tidak seluas Grand Palace, tapi hati-hati juga…jangan sampai tersesat! Karena pengalaman aku kemarin, aku sempat tersesat wkwk (mungkin karena keasikan foto-foto).

Penampakan di dalam Wat Pho:

IMG_3349IMG_3402

IMG_3412IMG_3414IMG_3427

Setelah puas berkeliling di Wat Pho, kita memutuskan untuk kembali ke Hotel dan melanjutkan petualangan (?) belanja kita di Pratunam Market (lagiiii..wkwk).

How to get there:

Chao Phraya Express Boat ke Tha Tien Pier (N8). Jalan kaki sekitar 250 meter menuju Thai Wang Road
Jam Buka: 08.00 – 17.00 (setiap hari).

A day after you left

Jarak antara pertemuan dan perpisahan kita terlampau singkat. Tapi kenangan yang dibuatnya sulit hilang. 

Aku ingin berjanji, tapi aku takut tidak dapat menepati. Karena membutuhkan keberanian yang lebih besar dari sebelumnya.

Ikhlas

Ikhlas! 

Insya Allah…semuanya akan berjalan seperti sedia kala, atau bahkan lebih baik daripada yang kau bayangkan saat ini.

Manusia pintar berteori memang, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba. 

Aku padaMu Ya Rabb, mohon bimbinganMu.