Jatuh Cinta dengan BARASUARA

Barasuara – sebuah  band Indie yang lahir tahun 2012 yang pada awalnya merupakan project tunggal dari sang vokalis Iga Massardi untuk lagu-lagu ciptaannya sendiri, namun setelah itu ia berubah pikiran dan ingin mengerjakannya sebagai sebuah band dengan mengajak Sandi Kusumaningtyas alias TJ, Marco Steffiano Handoko, Cabrini Asteriska Widiantini alias Ichyl, Gerald Hiras Situmorang, dan Puti Chitara.

Setelah melakukan proses pembuatan lagu yang memakan waktu yang cukup lama, yaitu 3 tahun, akhirnya mereka sukses mengeluarkan album hebatnya yang berjudul TAIFUN pada tahun 2015. List dalam album Taifun ini menurut saya sangat luar biasa hebat, baik dari segi lirik maupun musiknya. Tidak ada satupun lagu di album Taifun yang saya tidak suka. Dan kalau ditanya lagu apa yang paling saya suka, saya pasti akan menjawab “HAGIA“. Lagu yang spesial dari Barasuara ini seharusnya cukup menampar orang-orang yang berperilaku seenaknya dengan dalil agama., yah.. apalagi kalau bukan tindakan agama yang begitu radikal dan seolah-olah intoleran dengan agama yang lain.

Sempurna yang kau puja, dan ayat-ayat yang kau baca

Tak kurasa berbeda kita bebas untuk percaya

Begitulah sepenggal lirik dari lagu Hagia. Jika kalian mendengarkan lagu ini, maka kalian akan menemukan sebuah lirik yang tidak biasa (Ya..kalau kalian “ngeh” sih) hahaha.

Jatuh Cinta

Awal mula saya jatuh cinta dengan Barasuara ini adalah pada tahun 2016 awal salah satu teman saya yang juga merupakan Teman Tulus Jogja ngeshare lagu-lagu Barasuara di grup MVAOA. Ya, kita memang tergabung dalam aliansi (?) Teman Tulus Jogja (walaupun saya berasal dari Solo) wkwkwk. Grup MVAOA ini bukan grup resmi dari TTJ sih, tapi hanya beberapa TTJ yang sudah dari dulu bergabung dan akhirnya menjadi teman dekat sampai sekarang, bahkan saya sudah menganggapnya seperti keluarga sendiri.

Waktu itu Vina memberikan beberapa lagu ke grup, yang ujung-ujungnya juga memberikan full albumnya. Saya dengarkan satu persatu saat itu, dan langsung jatuh cinta dengan Hagia dan juga Mengunci Ingatan. Setelah beberapa hari saya mendengarkan semua lagunya, saya tidak saja jatuh cinta dengan 2 lagu yang saya sebut tadi, tapi semuanya! Hahaha…Pada saat itu saya sudah pengen liat mereka manggung secara live, tapi apa daya jadwal selalu tidak pernah berpihak pada saya. Sampai akhirnya saya pindah ke Jakarta.

Pertemuan pertama

Pertemuan pertama kita itu tanggal 22 Agustus 2017 di acara Pagelaran Pancasila Gemilang, Festival Prestasi Indonesia @ Jakarta Convention Center. Saat saya tahu bahwa Barasuara dan Tulus akan tampil di acara yang diadakn oleh UKP Pancasila, saya langsung semangat dan mencari tahu tentang acaranya. Jujur, itu acara saya tidak tahu apakah untuk umum atau hanya undangan saja. Tapi saya tetap nekat untuk berangkat ke tempat acara. Ya, saya seberani dan sepede itu entah kenapa hahaha, bermodalkan ID Card kerja saya di Sekretariat Kabinet saya masuk ke gedung tempat acara berlangsung. Di depan sudah ditanya sih sama satpam “ada undangannya gak?” saya jawab aja “iya, saya dari sekretariat kabinet”, dan langsung dipersilahkan masuk. Bahkan oleh panitia dipersilahkan untuk duduk di depan :’) Rejeki memang tak kemana.

Disini Barasuara membawakan lagu Bahas Bahasa serta Api dan Lentera (kalau tidak salah ingat). Yang saya ingat, saat itu saya dengan semangat bernyanyi padahal orang-orang yang duduk di samping saya kalem-kalem aja (mungkin karena mereka belum tahu Barasuara ini).

Ps: Cara ini jangan ditiru yah..wkwkwk

Pertemuan Kedua

25 November 2017. Kali ini saya menonton dengan salah satu dari anggota grup MVAOA, Mas Hanggoro. Dia sama seperti saya, pindah ke Jakarta karena bekerja disini. Kantornya pun bisa dibilang tetanggaan, Saya di Sekretariat Kabinet sedangkan dia di Kemenko Polhukam.

H-2 sebelum acara, saya share di grup kalau Barasuara akan ada jadwal manggung di Mall Kota Kasablanka dan saya mengajak mas Gogor karena saya tahu dia suka juga dengan Barasuara wkwk. Alhamdulillah dia semangat dong >.< dan saya juga jadinya ada teman buat nonton + teriak nyanyi-nyanyi asik.

Dikarenakan dia sedang munas sambo untuk acara Asian Games 2018, jadi saya berangkat duluan ke Kokas sedangkan dia nanti akan menyusul belakangan setelah acaranya selesai. Dan sesampainya di Kokas, saya gak tau mau ngapain dong 😐 saya benar-benar gak tau mau ngapain. Padahal dari kost’an saya sudah berencana akan ke Zara dulu sebelum nonton, atau minimal makan dulu karena sedari pagi saya belum sempat makan. Tetapi kenyataannya…saya malah bengong dan cuma mondar-mandir di naik turun dari lantai satu ke lantai berikutnya. Sampai akhirnya saya naik ke lantai dua dan tidak sengaja bertemu dengan sang vokalis. YAK..INI PERTEMUAN PERTAMA SAYA YANG BISA LIHAT SECARA JELAS KARENA JARAKNYA YANG BEGITU DEKAT. SENENG BANGET YA ALLAH!!!!

Awalnya saya tidak tahu kalau Mas Iga lewat di samping saya sampai ada seorang cowok yang saya tebak juga fans dari Barasuara yang meminta foto bareng dengan Mas Iga. Saya yang mendengar ada yang minta foto, langsung saja saya nengok siapa. Dan ternyata Mas Iga. Sungguh rejeki dari Allah, kebahagiaan yang tidak bisa didefinisikan pada saat itu. Dan dengan memberanikan diri, saya mengajak Mas Iga untuk selfie dan untungnya dia bersedia wkwkwk. Karena dia mempunyai postur yang tinggi menjulang, dan saya pendek, alhasil dia tidak masuk dalam frame hahaha. Pada akhirnya Mas Iga yang memegang hp saya sambil sedikit direnggangkan kakinya agar sedikit “memendek” hahahaha.

Processed with VSCO with se3 preset

Foto pertama saya dengan Iga Massardi

Setelah itu, saya lapar. Ya..LAPAR. Karena terlampau bahagia, saya jadi lapar (ya ini karena saya juga belum makan sejak pagi hari sih -_-). Akhirnya saya memutuskan untuk makan (sendiri) di Sate Khas Senayan karena pada saat itu saya pengen banget sate ayam. Setelah melihat kursi mana yang kosong, saya tidak sengaja melihat segerombolan orang-orang kece yang duduk di dekat pagar pembatas, mereka juga sedang makan, orang-orang itu adalah personel Barasuara. Yak, seketika saya kenyang, dan memutuskan untuk tidak jadi makan saja (entah kenapa syaa juga tidak tahu kenapa saya tidak jadi makan, yang jelas, saya tidak ingin terlihat seperti orang yang mengganggu karena tadi saya sudah berfoto dengan Mas Iga dan saya kira dia juga akan ngeh kalau itu saya yang mengejaknya foto tadi).

Saya memutuskan untuk ke seberang dan menunggu mas Gogor datang. Saya sudah bilang kalau saya ada di seberang Sate Khas Senayan, tapi waktu dia telpon dia bilang “aku di sate khas senayan nih”. Ya saya kaget dong..lalu saya nyusulin kesana dan clingak-clinguk nyariin dia. Beberapa saat dia telpon lagi “aku di tempatmu ngasih foto tadi”. Lhah -_- ni orang gaje banget sih hahaha. Saya langsung lari menuju tempatnya Mas Gogor, ya..lari. Saya lari sambil senyum-senyum bahagia dan waktu ketemu sama dia, saya langsung lompat-lompat kegirangan. Bukan kegirangan karena bertemu dengannya melainkan girang karena saya sednag mengekspresikan perasaan saya karena sudah ketemu dengan Mas Iga.

Me: “AAAACKKKK…MAS..DIA GANTENG BANGET YA ALLAH” (sebelumnya saya sudah share ke grup mvaoa kalau ketemu Iga Massardi)

Ms Gogor: Heh..tenang. Ketemu dimana tadi?

Me: Disitu (sambil nunjuk tempat+lompat2 girang+senyum2+narikin bajunya mas gogor). Sumpah ganteng banget bangeeet…kuseneng banget mas. hahaha

Ms Gogor: Trus ini gimana? makan sik wae. aku laper

Me: oke, tapi jangan di Sate Khas Senayan. mereka ada disitu. lainnya wae.

Setelah makan, kita langsung turun ke bawah untuk menyaksikan penampilan Barasuara. Cukup lama sih dari jadwal acara tapi worth to wait. Gila!!!! Seru banget!! Walaupun sound nya sangat jelek. Suara gitar Mas Iga gak masuk , begitu juga dengan suaranya sendiri. Tapi overall saya seneng banget dan penampilan Barasuara pada malam itu sangat bagus.

Processed with VSCO with se3 preset

Barasuara

Setelah selesai, para fans langsung nodong foto bareng, karena Barasuara manggung di tempat yang kalau turun dari panggung langsung ketemu sama penonton. Kalau diperhatikan, foto di atas ada sebuah tangga turun yang langsung “bertemu” dengan penonton. Jadi sulit juga kalau untuk menghindari.

Saya pun juga tidak mau kalah wkwkwk syaa mengajak Mas Gogor buat foto bareng (awalnya dia gak mau). Thanks to Mas Hanggoro yang mempermudah jalan kita untuk berfoto bersama dengan beberapa personel Barasuara :)), sungguh pengalaman yang sempurna untuk diingat.

Processed with VSCO with se3 preset

Bersama sang vokalis kece, Iga Massardi

Processed with VSCO with se3 preset

with Gerald

Processed with VSCO with se3 preset

With Marco S

Advertisements

Super Junior – kembalinya sang legenda

SUPER JUNIOR IS BACK !!!!!

Akhirnya setelah menanti cukup lama, mereka comeback juga dengan lagu ballad yang berbeda dari lagu-lagu ballad mereka sebelumnya, One More Chance. Lagu ballad kali ini terdengar lebih “dewasa dan matang” dan bagi saya lebih eargasm, saya suka! Karena lead vocal yang tinggal Yesung (karena Kyuhyun dan Ryeowook sedang wajib milter), Donghae ternyata menymbang suara yang cukup dominan di lagu ini. Suara Donghae pun juga sepertinya mengalami peningkatan yang lebih baik.

Dengar-dengar, lagu ini yang membuat juga si Donghae, sedangkan bagian rap nya si Eunhyuk yang membuat. Untuk MV nya sendiri, alhamdulillah SM tidak membuat M yang seperti dulu. MV One More Chance ini juga terlihat apik digarap, simpel tapi bagus. Overall saya suka sekali sama lagu ballad mereka yang ini (selain Neorago). Semoga makin banyak orang yang suka ya 🙂

tumblr_inline_oycyodubiH1qfj0mz_540

Untuk link lagu One More Chance bisa klik tautan berikut:

https://www.youtube.com/watch?v=-UROg0lsqW0

Baru 1 hari tapi aku sudah rindu.

Sungguh, bolehkah aku berdoa padaMu untuk meminta hatinya? Atau kah aku harus berdoa agar segera bertemu dengan orang yang mencintaiku agar aku bisa melupakannya? Hatinya sudah ditambatkan pada seorang wanita yang beruntung disana 🙂 Bodohnya aku yang masih saja berharap padanya, bahkan diam-diam berdoa padaMu, Ya Rabb.

One Fine Day

“Mba Puji: oh mas aldy to, kirain siapa”

Kalimat sederhana yang sangat berhasil membuat saya syok hebat. Bukan lagi syok, tapi dalam hitungan sepersekian detik, detak jantung saya langsung cepat. Saking cepatnya, saya sempat merasa pening sejenak, terdiam di tempat (dapur) untuk beberapa saat dan meyakinkan diri bahwa yang saya dengar tadi adalah salah.

Tapi dugaan saya ternyata 1000000% salah! Kalimat itu benar adanya. Nama Mas Aldy bukanlah kalimat samar untuk saya. Tiba-tiba dia muncul di depan saya. Menyapa saya, dan dengan bodohnya saya hanya bilang “oh hai *sambil melambaikan tangan seolah cuek dengan dia*”.

Tapi sungguh, saat itu saya teramat sangat gugup dan tidak tahu harus berbuat apa. Bahkan kalimat yang seharusnya saya ucapkan pun tidak keluar dari mulut saya.

Bagaimana perasaan saya? Sudahlah…janganlah ditanya lagi. Sudah pasti saya SANGAT BAHAGIA!

Bagaimana tidak, seseorang yang selama ini saya rindu benar ada di hadapan saya. Bukan hanya sekedar foto profil IG atau whatsapp.

Dulu, beberapa waktu yang lalu saat saya chat dengan dia, saya memberanikan diri untuk bilang kalau saya merindukannya. Dan dia juga sempat bilang kalau “insya allah akan mampir ke kost kalau lagi di Jakarta”. Dan kamis malam kemarin menjadi saksinya. Lagi-lagi dapur yang selalu menjadi saksi biksu momen indah bagi saya.

Saya akan bercerita tentang komentar dia tentang saya sesaat setelah bertemu dengan saya :

kamu beda bgt skrg, knp malu2 gitu?

Dia berkata seperti itu karena melihat tingkah saya yang tak seperti biasanya. Terkesan menghindari dia mungkin. Ya, antara ingin menemui karena rindu, dan ingin menghindari karena saya takut akan susah untuk move on.

Jadi, ceritanya dia menyuruh saya untuk menemui dia di rooftop, tapi berhubung kabel usb saya atau kepala charger yang rusak, saya harus beli. Karena memang pada saat itu baterai hp saya tinggal 1%. Antara pengen pinjam Mas Aldy aja dulu tapi kok malu takut dikira basa basi, tapi ya butuh. Akhirnya saya memutuskan untuk keluar membeli charger itu. Dan sungguh sayang, disaat saya ingin menghindari karena masih syok dan masih gugup dengan kedatangan Mas Aldy..eh malah kita ketemu di tangga. Posisi dia mau memberi saya oleh-oleh karena dia naik ke atas sambil membawa kresek yang berisi oleh-oleh untuk saya. Tapi ya itu, dasarnya saya yang bodoh karena gugup, saya malah mengabaikan dia. Dan buru-buru ingin segera meninggalkan dia karena jujur…detak jantung saya udah benar-benar diluar kendali. Cepat banget! Bahkan saya sampai tremor hahaha. Pertanyaan mau kemana, beli apa, sama siapa saya jawab dengan sangat cepat dan rasanya ingin segera kabur dari hadapannya. Karena saya malu. Ya, malu. Masih malu karena saya sudah mengungkapkan perasaan saya pada dia. Benar kata dia, tidak ada yang perlu dipertanyakan kenapa saya bisa menyukainya. Itu wajar, tapi cinta tidak selamanya harus memiliki. Kalimat klise yang menbuat hati saya sungguh sakit tapi harus saya terima. Jodoh tidak akan kemana. Dan hati saya masih saya tujukan untuk dia.

Apakah hanya seperti itu? tentu saja tidak. Banyak hal yang membuat saya baper malam itu, salah satunya adalah percakapan ini

“mas jauh-jauh mau ketemu kamu” . Saya bahkan tidak tahu maksudnya apa. Mungkin dia ingin bertemu temannya. Tapi bagi saya, kalimat itu bukanlah kalimat biasa. Itu kalimat yang membuat saya menangis malam itu. Berlebihan memang, tapi stidak ada seseorang yang pernah berkata begitu dalam hidup saya, sekalipun. Hanya dia, dan saya merasa sungguh bahagia.

ITC ROXY MAS

HPnya rusak. Kata dia beberapa hari yang lalu jatuh ke lumpur dan membuat hpnya agak eror mungkin. Dia sempat bertanya dimana tempat membeli hp samsung yang rekomen. Sebagai orang awam yang jarang membeli hp kalau hp belum rusak dan senagai orang baru di Jakarta, jawabannya ya sekedar “ya di counter resmi samsung atau gak di roxy” . Sungguh tidak membantu memang, maafkan saya ya mas hahaha. Tapi akhirnya Mas Aldy memutuskan untuk membeli hp di ITC Roxy Mas.

Sudah pernah kesana? Hahaha…pasti belum lah! wkwkwk. Saya sih hanya sekedar membeli bihun bebek disana yang terkenal enak, dan itupun via gojek. Jadi itu pertama kali saya kesana.

Membeli hp itu seperti membeli rumah. Jodoh-jodoh’an. Jodoh di harga tapi tidak jodoh di warna. Begitu juga sebaliknya. Kita keliling lantai dasar, sampai ke lantai paling atas. Dan pada akhirnya jodohnya di lantai 3 *kalau saya tidak salah ingat*. Alhamdulillah dia dapat hp dengan harga yang lumayan bersaing. Penjualnya pun kocak banget ya allah hahaha. Kalau diingat-ingat bikin sakit perut gara-gara mereka bercanda mulu.

Dan satu hal yang tidak akan mungkin saya lupa. Pertanyaan dari salah satu pegawai yang melayani kami :

Jadi kapan nih mas jadinya sama mbaknya? – heh itu udah jadi kali. – oh udah ya, hahaha

Dia tidak berkata apapun, hanya tersenyum. Mungkin dia juga menjaga perasaan saya. Tapi saya mengamini segala perkataan pegawai itu. Maafkan saya mas, saya tahu yang sebenarnya. Tapi bolehkan saya hanya sekedar mengamini selintas kalimat yang mirip sebagai doa yang terucap oleh mereka? Masalah dikabulkan atau tidak itu urusan Allah.

Nonton Film

Ajakan menonton film dari dia mana mungkin saya tolak? Saat itu, di dalam taksi dia menanyakan apa besok Sabtu saya libur? Retoris memang, tapi ya tetap saya jawab kalau pasti lah libur. Dan karena libur, dia mengajak saya untuk nonton film malam nanti, film yang paling terakhir. Film apa? tidak mungkin saya merekomendasikan Pengabdi Setan karena jadwal film itu tidak ada yang tayang pada malam menjelang tengah malam. Pilihannya hanyalah Blade Runner 2049 atau Geostorm. Karena review dari rotten tomatoes menyebutkan bahwa Blade Runner 2049 merupakan film yang worth to watch (hampir 3 jam durasinya), saya memutuskan untuk menonton film itu saja, dan dia pun setuju. Saya sudah bilang kalau filmnya dimulai jam 10 malam di Grand Indonesia, dan dia mengiyakan.

Memang sebelumnya dia bilang, setelah dari Roxy tadi, dia ada acara reuni dengan Pak Haikal, mantan atasannya dulu. Sekitar pukul 21.30 saya sudah sampai di GI dan saya memberitahu Mas Aldy ahwa saya akan membeli tiketnya dulu. Tapi memang firasat saya jarang meleset. He can’t made it. Dia gak bisa datang untuk film yang jam 10 malam. Bagaimana perasaan saya? Sedih sih memang, karena takut batal nonton dengannya. Karena jujur, saya ingin menghabiskan waktu dengannya sebelum dia balik ke Aceh Sabtu siangnya.

Dia menyarankan saya untuk melihat film yang diatas jam 10 malam. Dan setelah saya lihat, ada film Geostorm jam 23.10. Saya mengabarinya dan dia bilang oke fix kita nonton film itu saja. Saya menunggu dari jam 21.30 – 23.00. Lama memang, dan saya hampir tertidur. Tapi demi dia, saya rela. Saya terlihat menyedihkan? Memang, tapi saya bahagia, sungguh bahagia. Kalau kata hivi, maaf bila aku jatuh cinta, maaf bila saja kusuka saat kau sudah ada yang punya.

Filmnya sendiri pun biasa saja menurut saya. Semacam film 2012, tapi mungkin ini lebih unggul. Sepanjang film saya tidka bisa fokus, karena saya terlalu bahagia untuk menyadari bahwa saya sedang berada di dekatnya. Bahkan waktu film sudah selesai dan kami meninggalkan tempat pun saya merasa sangat beruntung. Waktu itu dia berjalan turun di depan saya. Saya sengaja tidak berjalan di sampingnya. Dan saat saya melihatnya dari belakang, saya menyadari bahwa Allah sungguh baik terhadap saya. Dia datangkan Mas Aldy saat saya sedang merasa down karena sesuatu yang sangat penting. Untungnya saya tidak sampai menangis saking terharunya.

Ternyata tidak sampai disitu. Kami pulang jalan kaki. Dari GI sampai Monas. Sepanjang perjalanan kita banyak cerita, bercanda dan banyak lagi. Momen yang sungguh berharga di dalam hidup saya. Saya menyukainya. Segala sesuatu tentangnya. Bahkan kita juga sempat mampir duduk di depan Monas karena Mas Aldy keliatannya sudah capek jalan kaki hahaha. Kita membeli minum disana, sekedar air mineral. Dan mengobrol sedikit tentang adiknya yang ternyata menyukai vespa (saat Mas Aldy melihat ada komunitas vespa, dia langsung teringat adiknya itu). Setelah itu gimana? ya pulang. Pada akhirnya kita naik taksi karena Mas Aldy benar-benar sudah capek berjalan kaki. Oh ya, dia sempat bertanya “kamu udah capek kan? naik taksi aja ya?” lalu saya menjawab “capek? engga 😐 kan gak jauh jalannya jadi gak capek” hahaha dengan polosnya saya menjawab seperti itu. Saya tidak sadar kalau Mas Aldy kecapekan, maafkan wkwkwk. Saya juga heran kenapa saya sama sekali tidak merasa capek. Mungkin karena saya berjalan denganmu mas. Kehadiranmu memberikan kekuatan yang berlebih :).

Akhir cerita, saya hanya ingin bilang bahwa saya sangat bersyukur atas kesempatan ini. Saya sangat bersyukur Allah masih sayang dan mau mendengarkan serta mengabulkan doa saya. Karena memang saya rindu dan ingin bertemu dengan Mas Aldy. Saya masih menyimpan perasaan special ini untuk Mas Aldy. Dan saya tidak tahu sampai kapan. Saya tahu seharusnya itu tidak boleh dilakukan. Tapi saya yang menginginkannya dengan segala resiko yang ada. Resiko menyakiti diri sendiri. Kesedihan yang saya buat sendiri. Saya berharap segera mendapatkan lelaki yang terbaik untuk saya. Apakah itu kamu atau orang lain, hanya Allah lah yang tahu.

Ya Allah terima kasih banyak, Kau memang hebat dengan segala skenario indahMu. Mas Aldy terima kasih banyak, kamu masih mau menemuiku. Orang yang seharusnya tidak mencintaimu, karena seharusnya sadar akan kekurangan diri. Terima kasih atas kebaikan hatimu dan kehangatan senyummu. Aku menyukaimu, sungguh. Sampai detik ini saat aku menuli sini pun aku masih menyukaimu dan mengharapmu. Biarlah. Dan baru beberapa saat tidak bertemu dneganmu, aku sudah rindu.

**beberapa foto diambil sebagai kenangan indah. Semoga kelak aku dapat kesempatan foto berdua denganmu :)**

Another big surprise from Allah

Allah knows me better than myself, i know it already.

I felt so down lately because of some issues that i cant solve, than he came. Who? Mas Aldy. Yeah, you right. He’s someone whom i love until now.

I just wanna tell you this :

Saya merasa beruntung dan teramat sangat bahagia, meskipun saya hanya melihat punggungnya saja ketika dia berjalan di depan saya. Saya tahu, saya menyayanginya. Saya semakin sadar, dan kabar buruknya mungkin saya akan semakin susah untuk melupakannya.

FILM: PENGABDI SETAN

DKz0BPpVwAA9Prt

 

Nonton film di bioskop bagi saya itu bukanlah suatu keharusan. Banyak film baru yang saya lewatkan karena memang pada dasarnya saya bukan tipikal orang yang suka menonton film. Saya hanya akan melihatnya kalau film tersebut benar-benar menarik untuki ditonton (yah setidaknya bagi saya). Dan sebagian besar film yang saya tonton adalah film animasi, sisanya film horor dan action. Sangat jarang bahkan hampir tidak pernah (seingat saya) menonton film drama percintaan.

Pengabdi Setan. Ya, film inilah yang membuat saya tertarik untuk menonton. Karena begitu banyak review bagus oleh para pengamat film yang tentunya tidak ada keberpihakan dengan film tertentu. Salah satu pengamat film yang saya ikuti adalah mas djaychocolic di twitter. Beberapa hari setelah film Pengabdi Setan ini tayang, dia mereview film tersebut dengan review yang  bagus. Dari situlah saya sangat berniat untuk menonton film tersebut. Terlebih lagi saat saya mengetahui dari mas djay ini kalau sebenarnya film-film dari Joko Anwar ini sebenarnya memuat pesan yang tersirat serta “Telur Paskah, read: kejutan” yang tersembunyi.

1506665817-PSR1

REVIEW

Pengabdi Setan 2017 yang merupakan remake dari film yang terdahulu (1980) dengan judul yang sama pula.

Menceritakan tentang sebuah keluarga yang mengalami keterpurukan di tahun 1981. Sang ibu yang merupakan penyanyi terkenal, mendadak sakit selama 3 tahun. Karena sakit yang diderita ibunya itulah, kondisi keuangan di keluarga tersebut mengalami keterpurukan. Mereka tinggal di rumah neneknya yang berada di tengah hutan dekat areal pemakaman. Ibu yang telah sakit selama 3 tahun ini akhirnya meninggal.

Film ini merupakan film horor yang bagi saya membawa aura yang jelas “suram”. Dari awal sudah disuguhkan kengerian lewat lagu dan juga tone dari film tersebut. Suasana tahun 1980 an sungguh terasa di film ini. Memang mungkin benar, untuk masalah hantu-sound yang mengagetkan ini masih dalam standar yang biasa-lumayan. Tapi seperti yang saya bilang tadi, dari awal saya merasa aura yang diciptakan Joko Anwar pada film ini sungguh terasa oleh saya. Bahkan saya yang lumayan hobi nonton film horor+thriller, sudah ingin keluar dari bioskop saja ketika baru beberapa menit film ini main. Saya ingat, saya terus bisik-bisik ke teman saya “ini kapan kelarnya sih? ini kapan siangnya sih?” saking saya merasa ketakutan dengan aura malam hari yang tidak enak itu. Bahkan sebelum nonton saya sempat membaca ayat kursi hahahaha.

SCENE YANG PALING HOROR

Scene yang paling horor menurut saya ada 2, yaitu saat Rini Sholat dan saat Ibu tiba2 datang dan memanggil Tony “Tony, Ibu ada disini”

AKTOR YANG PALING GANTENG

Di film ini kalian tidak hanya menemukan suatu kengerian, tapi juga menemukan salah satu dari sekian banyak makhluk ciptaan Tuhan yang sungguh rupawan. Siapa dia? Dia adalah BAPAK. Dan saya merupakan Pengabdi Bapak hahaha. Bapak disini diperankan oleh Bront Palarae, seorang aktor dari Negeri Jiran, Malaysia. Di awal film saya tidak tahu bahwa Bront ini merupakan aktor dari Malaysia, sya kira aktor Indonesia. Karena logatnya sungguh Indonesia sekali. Dan saya juga baru tahu kalau Bront juga main di beberapa film Indonesia (maklum…orang yang jarang nonton film ya begini).

23d1e8c20web(6)keluarga-para-pengabdi-setan-BookMyShow-Indonesia-e1506075844901

Akhir review, film Pengabdi Setan ini sangat apik dibuat oleh Joko Anwar dan Rapi Films. Sebuah tontonan yang menghibur dan juga membuat stres saya wkwkw. Banyak hikmah yang dapat diambil dari film ini juga. Walaupun ada beberapa adegan yang sampai saat ini masih membuat saya bertanya-tanya. Tapi film ini SANGAT REKOMEN untuk ditonton.

 

B A N D U N G

Kumpulan gerbong tidak terpakai di Stasiun Purwakarta

Kata sebagian orang kalau yang dadakan itu pasti jadi itu sejatinya memang benar adanya. Sebuah tindakan impulsif yang saya lakukan beberapa hari yang lalu ini benar-benar membuat saya sedikit repot dan galau.

Dimulai saat grup ARISAN yang  berisi teman-teman SMA menanyakan kepastian dari Helmi apakah dia akan datang di pernikahan Olla atau tidak. Karena dia akan dijadikan pager bagus yang bertugas untuk mengatur tamu yang diundang dan mempersilahkan duduk para tamu tersebut. Sebenarnya beberapa orang sudah menghubungi dia tetapi ternyata dia slow respon alias balasnya kelamaan. Jadilah saya juga ikut menghubungi dia.

L I N E :

Me: Mi, mi, mi, mi, mi

Lalu dia langsung menelepon lewat line.

Dan inti dari obrolan itu adalah dia meminta saya untuk menemani dia pulang ke Solo naik  mobil dan saya harus banget batalin tiket ke Solo pada saat itu juga, pluuuuus…beli tiket ke Bandung malam itu juga! Sedikit gila memang. Kalau bukan karena saya belum pernah ke Bandung dan kalau bukan dia yang sudah saya anggap keluarga sendiri …pasti saya tidak mau. Repot soalnya wkwk.

Setelah drama beli tiket KA ke Bandung dan drama pembatalan tiket, akhirnya saya ke Bandung dengan lancar dan sampai dengan selamat.

Selamat datang di Bandung ^^ 

Sesampainya di Bandung, saya mengajak Helmi untuk beli bandros karena ngidam banget abis liat explore di IG. Bandros ini letaknya di Jalan Cisangkuy, tepatnya di depan rumah makan yogurt yang terkenal itu, YOGURT CISANGKUY. Saya beli bandros adonan matcha dengan toping meises+keju, sedangkan Helmi bandros adonan original dengan toping chocomaltine seharga 50 ribu rupiah. Yah, harga yang mungkin tidak terlalu mahal karena topingnya yang melimpah. Saya tidak bertanya terlebih dahulu berapakah masing-masing harganya (jangan ditiru, sebaiknya tanyakan dulu harganya).

Bandros Chocomaltine

Bandros matcha toping meises+keju

Strawberry Yogurt

Untuk kunjungan super singkat saya ke Bandung kali ini bisa dibilang cukup menghibu buat saya yang belum pernah ke Bandung sama sekali. Semoga bisa ke Bandung lagi dan menjelajah segala kuliner yang ada dan juga tempat wisata kece nya 🙂

Jajanan SD di Jakarta

Jajanan depan SD memang selalu saja menarik bagi saya. Apapun jenis dagangannya, saya selalu saja tergoyah untuk mencicipinya (walaupun katanya sedang diet, tapi godaan ini sungguh luar biasa).

Menemukan jajanan SD di sekitar kost saya ini (mungkin) tidak terlalu sulit, hanya saja waktu yang tidak pernah berpihak pada saya *ceileeeh*. Karena pada dasarnya jajanan SD ini PASTI lah dijual waktu jam-jam sekolah atau pulang sekolah, dimana saya sudah dipastikan sedang berada di kantor untuk bekerja membanting lemak biar segera gugur tapi tak tumbuh seribu lagi -_- (emang susah bener diet di kantor yang selalu nyediain makanan yang uwow ini).

Alhamdulillah, kemarin sepertinya waktu sedang berpihak pada saya dan teman saya. Kita memang tak berencana untuk hunting jajanan SD, niatnya memang pergi ke JNE untuk mengirim paket. Tapi rejeki emang gak kemana wkwkwk…waktu jalan mau makan siang di daerah Jalan Kesehatan ternyata banyak banget jajanan SD!! Ada cilor, ada macam sate2an yang digoreng, cilok, dll.

Cilor yang di Jalan Kesehatan ini harganya 1000 rupiah saja! dan rasanya??? ENAK BANGET YA ALLAH.. pengen nangis rasanya saking enaknya wkwkwk *lebay*

(Sayang gak difoto)

Setelah jajan dan makan siang, kita balik ke kantor lewat daerah Petojo Enclek (biar cepet sampe kantor). Tebak di jalan kita ketemu sama siapa??? Kita ketemu sama TUKANG CILOR, DKK LAGI DONG!!! BAHAGIA!

Udah tau tadi abis jajan dan belum juga dimakan, tapi liat ada tukang jualan cilor yang lain, kita tetep aja beli. Sebenarnya dia gak jualan cilor aja sih, tapi juga macaroni yang ditelurin (?). Rasanya juga ENAK BANGET!!! gak kalah sama yang pertama dibeli tadi.

Ya…itulah hasil jajanan kita kemarin. Jajanan yang sebenarnya tidak sehat, tapi enak T_T huhuhu

[REVIEW] Berrywell @ Shophaus, Menteng

Mager di pagi hari itu kayaknya udah jadi sebuah “penyakit” buatku. Beberapa waktu ini aku sepertinya menjadi orang yang malas bangun pagi, malas olahraga pagi dan malas mandi pagi. Tapi, kemarin kemalasan itu seketika harus ditinggalkan karena mendadak si sahabat baik ternyata ada di Jakarta (ni anak bolak balik Solo-Jakarta mulu deh perasaan).

—————————————————————————————————————————————–

Una : Mes, ku di Jakarta loh.

Mes : ha? ngapain? sama siapa?

Una : sama ibu mau kondangan di Depok. Mau main ga?

Mes : yaelah Depok. Jauh. Ga mau.

Una : yakan nanti bisa mampir dulu main kemana gt.

Mes : yawes, ke shophaus aja. Jangan pagi2 ke mall.

Una : oke. nanti dijemput sama ibu+tante ya.

Mes : yo, tak siap2 dulu

—————————————————————————————————————————————–

Setelah mandi super kilat (karena dia ternyata cepet banget nyampenya), kita langsung menuju ke shophaus di menteng. Jujur..alesan kesana karena tempatnya yg instagramable buat foto2in interior di dalemnya sih hahaha. Dan saat itu aku juga gak tau kalo berrywell ada toko disitu.

Letak shophaus sebenarnya juga tidak begitu jauh dari kost’an, dan deket juga dari Bappenas, tapi karena kita baru pertama kali kesana dan Tante Etty yang nyetir agak kurang fokus jadinya kita malah muter-muter hahaha. Padahal ya…tinggal lurus belok kanan belok kiri aja (ya iya lah) -_-

Setelah sampai, kita langsung masuk ke dalam dong. Ibu dan Tante Etty langsung pulang karena cuman dropoff kita aja. Dan gak lupa mereka berpesan kalau harus hati2 memilih makanan, kalau mau makan cake tanya dulu pake rhum ga (karena ternyata ada toko yang jual beer dan mereka khawatir).

Karena belum terlalu lapar akhirnya kita memutuskan untuk nyobain smoothies dari berrywell ini. Sebenarnya aku udah lama pengen nyobain berrywell. Tapi wacana itu belum kunjung terlaksana. Baru kemarin terlaksana wkwk. Kita memesan Pina Colada (smoothies peach, banana, pineapple, desicated coco, and multigrain milk) – 55k untuk ukuran Reguler.

Shophaus ini sendiri merupakan tempat asik buat nongkrong, belajar ataupun kerja. Ruangan yang didesain ala outdoor dengan pencahayaan alami membuat shophaus lebih terlihat unik. Walaupun pencahayaan alami yang masuk begitu banyak, tidak serta merta membuat tempat ini panas. Justru mereka membuatnya jadi dingin.

**Untuk rasa, Pina Colada ini terasa manis, sedikit asam dan segar. Reguler bowl dari berrywell ini aku makan berdua dengan UNA, dan ini bikin kita kenyang banget! Udah enak, sehat, ngenyangin pula. Untuk harga mungkin bukan harga yang murah, tapi demi kesehatan apa salahnya sih? Sehat itu mahal harganya. Memulai pola hidup sehat juga butuh komitmen. So, apakah kalian juga tertarik untuk mencoba smoothies dari Berrywell yang enak ini? Aku saranin kalian harus nyoba! 👌🏻

Catatan untuk seorang sahabat (1)

Utari Nurfajri Arifa

Bandung, 4 September 1992

Seorang teman satu kelas di SMA yang dulunya sama sekali gak dekat, tapi sekarang malah jadi sahabat dekat. Anaknya Tante Retno, adeknya Mbak Arum, kakaknya Irfan, Arin dan Gilang, Ontynya ABDULLAH ELESAR MY LOVE.

Sahabat yang akhir-akhir ini sering aku ganggu dengan segala macam curhatan sampahku. Mulai dari curhat tentang perdietan, skincare,make up, masalah teman kuliah-kantor-sekitar, hingga masalah cowok (bahkan beberapa menit yang lalu aku masih galau tentang dia ). Tapi gak cuman aku yang curhat sih, dia juga banyak curhat yang ujung-ujungnya (sering) aku lupain dia udah cerita apa aja LOL….. >.<

Sahabat yang hmm…menyenangkan, baik tapi kadang annoying kalo udah ngeline “mes, mes, mes, mes, mes, mes, mes” dan pamer stiker yang super cute, gak terlalu lucu karena emang bukan tipikal orang yang bisa ngelawak sih wkwkw, suka ribet sendiri kalo menyangkut masalah si doi dan beberapa printilan skincare untuk kulit muka dia yang super sensitif, my “thigh goals” karena doi langsing boo dengan tingi yang hampir sama denganku (tinggian aku sih tapi) -_-

Sahabat yang hari ini sedang berulang tahun yang ke- 25

Selamat ulang tahun. Semoga panjang umur, senantiasa diberikan kesehatan, kesuksesan, kebahagiaan lahir dan batin dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Semoga kedepannya bisa jadi orang yang lebih daebak (?) lagi , diberikan yang terbaik untuk masalah hati dan kekuatan untuk menghadapi berbagai kondisi cuaca kedepannya.

Jangan bosen buat nasehatin orang. Jangan bosen buat dengerin curhatanku tentang mas aldy. Jangan bosen buat jadi orang baik dan terimakasih udah jadi teman baikku selama ini.

Sekali lagi, selamat ulang tahun UNA! Semoga tetap jaya, jaya, jaya seperti yel-yel SMAN 4 Solo tercinta (Smaracatur…jaya, jaya, jaya). Sekian dan terima kasih.

 

Ps: kado menyusul kalo pas balik Solo lagi. Oke sip!

 

Solo, 4 September 2017

Meutia Megah Shinta (yang kebetulan lagi pulkam)